WhatsApp Icon
Survei Calon Penerima Bantuan Rumah Layak Huni Baznas Kabupaten Nganjuk di Kecamatan Berbek

Nganjuk, Selasa 12 Mei 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk terus menunjukkan komitmen nyata dalam menuntaskan permasalahan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayahnya. Pada hari ini, tim BAZNAS Kabupaten Nganjuk melaksanakan kegiatan survei lapangan terhadap calon penerima bantuan program RTLH di dua lokasi berbeda di Kecamatan Berbek.

Kegiatan survei yang dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Ahmad Dain Arif, S.Pd.I., ini meninjau kondisi rumah milik Bapak Sakidi di Desa Grojogan dan Bapak Lamiran di Desa Tiripan. Kunjungan lapangan dilakukan untuk memverifikasi secara langsung kondisi fisik bangunan, status kepemilikan, serta tingkat kelayakan hunian sebagai dasar pertimbangan penyaluran bantuan.

Dalam kunjungannya, Ahmad Dain Arif menyampaikan bahwa program RTLH merupakan salah satu prioritas BAZNAS Kabupaten Nganjuk dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya. "Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran, tepat guna, dan benar-benar memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas hidup mustahik.

Tim survei juga melakukan wawancara mendalam dengan kedua calon penerima manfaat untuk menggali informasi mengenai kondisi ekonomi keluarga, sumber penghasilan, serta kebutuhan mendesak lainnya. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat dan komprehensif sebagai dasar pengambilan keputusan.

Kedepannya, BAZNAS Kabupaten Nganjuk akan melanjutkan tahap asesmen dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan dinas perumahan, untuk memastikan program RTLH berjalan sinergis dan berkelanjutan. Masyarakat yang merasa berhak dan memenuhi kriteria penerima manfaat juga didorong untuk mendaftar melalui saluran resmi BAZNAS Kabupaten Nganjuk.

Program RTLH BAZNAS Kabupaten Nganjuk merupakan wujud nyata dari amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemaslahatan umat. Dengan transparansi dan akuntabilitas tinggi, BAZNAS berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat prasejahtera di Kabupaten Nganjuk.

 

#baznasnganjukapik #baznasngajuk #rumahlayakhuni #nganjuk #baznas

13/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Silaturahmi dan Rapat koordinasi BAZNAS  se Eks Karesidenan Kediri

BLITAR, 12 Mei 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Eks Karesidenan Kediri, yang kali ini diperluas dengan kehadiran perwakilan BAZNAS Kabupaten Jombang, Mojokerto, dan Gresik, menggelar Silaturahmi dan Rapat Koordinasi pada Selasa (12/5/2026). Bertempat di Aula Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, kegiatan mengusung tema “Meningkatkan Kolaborasi, Menguatkan Sinergi, dan Memperluas Manfaat bagi Umat”. Acara ini dihadiri secara penuh oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Nganjuk yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I.

Tema yang diangkat mencerminkan tekad kolektif untuk mengonsolidasikan potensi zakat di wilayah Jawa Timur bagian barat dan timur. Melalui forum strategis ini, para pimpinan dan amil zakat dari berbagai kabupaten/kota berdiskusi intensif untuk menyelaraskan arah kebijakan, berbagi praktik terbaik, serta membangun jaringan kelembagaan yang lebih terintegrasi. Sinergi regional ini diharapkan dapat mengoptimalkan pendayagunaan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) agar lebih tepat sasaran, terukur, dan berdampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat.

Delegasi BAZNAS Kabupaten Nganjuk hadir dengan semangat tinggi dan komitmen kuat untuk mendukung agenda kolaborasi lintas daerah. Turut mendampingi Ketua BAZNAS Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I. adalah Wakil Ketua I Muh. Roissudin, M.Pd., Wakil Ketua II Dra. Hj. Suraya Khusnaniyati, M.Hi., serta Wakil Ketua III Dra. Hj. Mukhasanah, M.Si.

Acara yang berlangsung khidmat dan produktif ini ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk terus mempererat tali silaturahmi, memperkuat kolaborasi lintas daerah, dan memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Para pimpinan BAZNAS juga menyepakati pembentukan forum komunikasi rutin guna memantau implementasi hasil rapat dan mengevaluasi capaian penghimpunan serta pendayagunaan zakat secara berkala. Optimis dapat menjadi motor penggerak pengentasan kemiskinan, penguatan literasi zakat, dan pemberdayaan umat yang berkelanjutan di Jawa Timur.

 

#BAZNASNganjukApik #BAZNASNganjuk #rakorbaznas #blitar #nganjuk

12/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Serah Terima Bantuan Sarana Sanitasi, BAZNAS Nganjuk Untuk Peningkatan Kesehatan Keluarga Dhuafa

NGANJUK – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyaluran bantuan sarana sanitasi. Kegiatan serah terima ini dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di Aula BAZNAS Kabupaten Nganjuk.

Program ini bertujuan untuk mendukung pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menurunkan angka risiko penyakit akibat lingkungan yang kurang higienis di kalangan keluarga dhuafa di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Kehadiran Tokoh Penting

Acara tersebut dihadiri langsung oleh pimpinan BAZNAS serta jajaran instansi pemerintah terkait, antara lain:

Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I. (Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk)

Dra. Suraya Khusnaniyati, M.Hi. (Wakil Ketua II BAZNAS Nganjuk)

Imam Baidhowi, S.Sos. (Kepala Bagian Kesra Setda Nganjuk)

Bapak Muhammad Khomsunt (Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk)

Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, menyampaikan bahwa bantuan sarana sanitasi ini merupakan bentuk pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS untuk sektor kesehatan.

"Sanitasi yang layak adalah fondasi utama kesehatan keluarga. Melalui bantuan ini, kami berharap para penerima manfaat tidak lagi mengalami kendala akses kebersihan dasar, sehingga derajat kesehatan keluarga dhuafa di Nganjuk dapat meningkat secara signifikan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Kesra, Imam Baidhowi, S.Sos., mengapresiasi langkah cepat BAZNAS dalam bersinergi dengan program pemerintah daerah untuk menuntaskan masalah sanitasi di pemukiman warga prasejahtera.

Acara ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan keluarga penerima manfaat. Para penerima tampak antusias dan bersyukur atas bantuan yang diberikan, yang nantinya akan diwujudkan dalam pembangunan maupun perbaikan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang memenuhi standar kesehatan.

Dengan adanya kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Nganjuk berharap dapat terus menjadi motor penggerak kesejahteraan umat melalui program-program yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.

#baznasnganjukapik #baznasnganjuk #jambansehat #nganjuk #baznas

11/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk Salurkan  Bantuan Sosial RTLH di Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo

NGANJUK – Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka rumah tidak layak huni (RTLH), Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., bersama Bupati Kabupaten Nganjuk menyalurkan bantuan sosial berupa dana rehabilitasi rumah senilai Rp 20 juta kepada Bapak Setiaji, warga Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, pada kegiatan yang berlangsung khidmat, Kamis, 7 Mei 2026.

Kegiatan penyerahan bantuan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Nganjuk, Mashudi Nurul Huda, S.STP., M.M., perangkat Desa Ngepung, serta perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Patianrowo. Kehadiran para tokoh ini menegaskan komitmen kolaboratif antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan organisasi masyarakat dalam menuntaskan permasalahan hunian layak bagi warga kurang mampu.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa bantuan RTLH ini merupakan wujud nyata dari amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari muzakki di Kabupaten Nganjuk. 

"Dana Rp 20 juta ini diharapkan dapat meringankan beban Bapak Setiaji dalam merenovasi rumahnya agar menjadi lebih layak, nyaman, dan sehat untuk ditinggali bersama keluarga. Ini adalah buah dari kepedulian sesama yang disalurkan secara profesional melalui BAZNAS,"* ujar Dr. Zainal Arifin.

Kegiatan penyerahan bantuan juga diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan MWC NU Patianrowo, memohon keberkahan dan kelancaran dalam proses rehabilitasi rumah Bapak Setiaji. Dengan disalurkannya bantuan ini, diharapkan dapat segera direalisasikan perbaikan rumah sehingga keluarga penerima manfaat dapat menempati hunian yang lebih layak dan berkualitas.

#baznasnganjukapik #baznasnganjuk #rumahlayakhuni #nganjuk #baznas

08/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Survei Calon Penerima Bantuan Rumah Layak Huni  BAZNAS Kabupaten Nganjuk

Nganjuk – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk terus menunjukkan komitmen nyata dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat prasejahtera melalui program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kali ini, tim BAZNAS Kabupaten Nganjuk melaksanakan kegiatan survei lapangan di rumah Bapak Jojok Purwaji, warga Desa Babadan, Kecamatan Patianrowo, untuk memverifikasi kondisi calon penerima bantuan. 

Kegiatan survei ini dihadiri langsung oleh Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Ahmad Dain Arif, S.Pd.I., dan Sekretaris BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Anang Wijiarto, S.Sos. Kehadiran pimpinan BAZNAS secara langsung menegaskan pentingnya prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan oleh masyarakat.

Dalam kunjungannya, tim BAZNAS melakukan pendataan mendalam terkait kondisi sosial-ekonomi keluarga Bapak Jojok Purwaji, kelayakan struktur bangunan rumah, serta kebutuhan mendesak yang dihadapi. Penilaian mencakup aspek struktur bangunan, sanitasi, ventilasi, dan indikator kelayakan huni lainnya sesuai standar yang telah ditetapkan BAZNAS.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang terkumpul digunakan secara optimal untuk memberikan manfaat nyata bagi mustahik. Survei lapangan seperti ini adalah bagian dari ikhtiar kami agar bantuan benar-benar tepat sasaran,"tegas Ahmad Dain Arif.

Anang Wijiarto, menambahkan bahwa kegiatan survei ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Kabupaten Nganjuk dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan elemen lainnya di Kecamatan Patianrowo. Melalui kolaborasi yang solid, diharapkan program bantuan RTLH dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak berkelanjutan bagi penerima manfaat.

Kegiatan survei ini merupakan bagian dari rangkaian program Baznas Peduli RTLH Tahun 2026 yang bertujuan untuk membantu masyarakat prasejahtera memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat, sejalan dengan visi pembangunan daerah dan semangat gotong royong dalam mewujudkan Kabupaten Nganjuk yang lebih sejahtera.

Ke depan, BAZNAS Kabupaten Nganjuk menargetkan penyaluran bantuan RTLH dapat semakin diperluas jangkauannya, dengan memprioritaskan keluarga yang memenuhi kriteria berdasarkan kondisi ekonomi dan tingkat kerusakan rumah. Masyarakat yang mengetahui adanya warga yang membutuhkan bantuan RTLH dapat melaporkan kepada BAZNAS Kabupaten Nganjuk untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut. 

 

#BAZNASNganjukApik #NganjukMelesat #RumahLayakHuni #SinergiKebaikan #RTLHNganjuk #ZakatUntukKemandirian

07/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk

Berita Terbaru

Berkah HUT Dharma Wanita, BAZNAS Nganjuk Berbagi
Berkah HUT Dharma Wanita, BAZNAS Nganjuk Berbagi
Dalam rangka memperingati HUT ke-25 Dharma Wanita Persatuan tahun 2024, BAZNAS Kabupaten Nganjuk turut berpartisipasi dan bekerja sama dalam penyelenggaraan acara bakti sosial berupa santunan untuk anak yatim/piatu dan dhuafa. Acara ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita Kabupaten Nganjuk di Kecamatan Jatikalen pada Senin, 2 Desember 2024. Acara ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS Nganjuk terhadap anak-anak yatim/piatu dan dhuafa serta merupakan upaya untuk menebarkan kebaikan dan memberikan senyum bahagia bagi mereka yang membutuhkan. Sebanyak 100 anak yatim/piatu dan dhuafa menerima santunan dengan total bantuan sebesar Rp 15 juta, sehingga masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 150.000. Bantuan ini disalurkan oleh Bidang Pendistribusian BAZNAS Nganjuk Dra. Hj. Suraya Khusnaniyati, M.H.I. Semoga bantuan ini membawa manfaat & keberkahan yang besar bagi mereka semua, Aamiin. Ayo Tunaikan zakat untuk 8 aznaf yang membutuhkan.
BERITA02/12/2024 | Red/Humas
Berkah Doa, Semangat Baru di BAZNAS Nganjuk
Berkah Doa, Semangat Baru di BAZNAS Nganjuk
BAZNAS Kabupaten Nganjuk kembali menyelenggarakan kegiatan rutinan doa dan tahlil bersama pada Senin, 2 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan tradisi positif di BAZNAS Nganjuk yang dilakukan setiap Senin pagi untuk mengawali pekan dengan penuh berkah dan kekuatan spiritual. Doa dan tahlil bersama dipimpin oleh Bapak Muhammad Roissudin, M.Pd., Wakil Ketua I BAZNAS Nganjuk. Melalui doa dan tahlil bersama, para pimpinan dan staf BAZNAS Nganjuk memohon pertolongan dan petunjuk Allah SWT dalam menjalankan tugas dan amanah untuk menolong sesama melalui program-program yang dijalankan. Doa dan tahlil bersama ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan dan keharmonisan dalam menjalankan tugas di BAZNAS Nganjuk.
BERITA02/12/2024 | Red/Humas
Hidup Sehat, Hidup Bahagia - BAZNAS Nganjuk Berikan Jamban Sehat untuk Bapak Nur Hadi
Hidup Sehat, Hidup Bahagia - BAZNAS Nganjuk Berikan Jamban Sehat untuk Bapak Nur Hadi
BAZNAS Kabupaten Nganjuk menyalurkan bantuan dan meningkatkan kesehatan dan kebersihan masyarakat di Nganjuk. Kali ini, BAZNAS menyerahkan bantuan jamban sehat kepada Bapak Nur Hadi, warga Dsn. Manggarejo, Ds. Mancon, Kec. Wilangan. Dengan adanya jamban sehat ini, diharapkan Bapak Nur Hadi dan keluarga dapat menikmati lingkungan yang lebih sehat dan bersih, sekaligus mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh kurangnya akses sanitasi yang layak. BAZNAS Nganjuk terus berkomitmen untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, termasuk akses sanitasi yang layak. Mari kita bersama-sama dukung program-program BAZNAS Nganjuk untuk mewujudkan Nganjuk yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Salurkan zakat, infaq atau sedekah anda melalui BAZNAS Nganjuk, Aman, Amanah dan Terpercaya.
BERITA29/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Nganjuk Wujudkan Mimpi Ibu Fatimah dengan Jamban Sehat
BAZNAS Nganjuk Wujudkan Mimpi Ibu Fatimah dengan Jamban Sehat
BAZNAS Nganjuk Wujudkan Mimpi Ibu Fatimah dengan Jamban Sehat. BAZNAS Kabupaten Nganjuk terus berupaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Kali ini, bantuan berupa jamban sehat diberikan kepada Ibu Fatimah, warga Desa Waung, Kecamatan Baron. Ibu Fatimah, yang selama ini kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sanitasi yang layak, kini dapat menikmati fasilitas jamban sehat yang dibangun melalui BAZNAS Nganjuk. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap kesejahteraan masyarakat dan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan adanya jamban sehat ini, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kebersihan keluarga Ibu Fatimah, serta mencegah penyakit yang berasal dari lingkungan yang tidak sehat. BAZNAS Nganjuk mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program yang memberikan dampak langsung bagi mereka yang membutuhkan, baik melalui zakat, infak, maupun sedekah. “Zakat Anda, kesejahteraan kita semua.”
BERITA28/11/2024 | Red/Humas
Hidup Lebih Sehat dengan Sanitasi yang Layak
Hidup Lebih Sehat dengan Sanitasi yang Layak
Hidup Lebih Sehat dengan Sanitasi yang Layak BAZNAS Kabupaten Nganjuk terus berupaya meningkatkan kesehatan dan kebersihan masyarakat di Nganjuk. Kali ini memberikan bantuan jamban sehat kepada Bapak Samsul Hidayah, warga DSN. Manggarejo, DS. Mancon, Kec. Wilangan. Dengan adanya jamban sehat ini, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kebersihan keluarga Bapak Samsul Hidayah, serta mencegah penyakit yang berasal dari lingkungan yang tidak sehat. BAZNAS Nganjuk terus berkomitmen untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, termasuk akses sanitasi yang layak.
BERITA26/11/2024 | Red/Humas
Mengawali hari dengan penuh berkah!
Mengawali hari dengan penuh berkah!
Mengawali hari dengan penuh berkah! Setiap Senin pagi, BAZNAS Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan doa dan tahlil bersama, dihadiri oleh para pimpinan dan staf. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengucap syukur atas nikmat yang telah diterima, memohon petunjuk dan kekuatan dalam menjalankan tugas, serta mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan dan keharmonisan dalam bekerja. Melalui doa dan tahlil bersama, BAZNAS Kabupaten Nganjuk berharap dapat mendapatkan berkah, kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah untuk menolong sesama melalui program-program yang dijalankan. Senin, 25 November 2024
BERITA25/11/2024 | Red/Humas
Desa Mancon, Kecamatan Wilangan Siap menjadi pelopor dalam melaksanakan program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa.
Desa Mancon, Kecamatan Wilangan Siap menjadi pelopor dalam melaksanakan program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa.
Desa Mancon, Kecamatan Wilangan akan menjadi pelopor dalam melaksanakan program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa. Program ini didukung penuh oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) langsung dari masyarakat desa. Program UPZ Desa bertujuan untuk: 1. Mengoptimalkan potensi zakat yang ada di masyarakat. 2. Membantu menanggulangi kemiskinan secara lebih efektif. 3. Memberikan rekomendasi calon mustahik yang lebih tepat sasaran kepada BAZNAS. Program Desa Mancon akan dijadikan percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk untuk menerapkan program serupa. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
BERITA22/11/2024 | Red/Humas
Bantuan RTLH Rp. 20 Juta untuk Bapak Arif Nur Eksan Desa Banjardowo dari BAZNAS Kabupaten Nganjuk
Bantuan RTLH Rp. 20 Juta untuk Bapak Arif Nur Eksan Desa Banjardowo dari BAZNAS Kabupaten Nganjuk
Alhamdulillah, kabar baik untuk masyarakat Desa Banjardowo, Kecamatan Lengkong. Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp. 20 juta telah diserahkan kepada Bapak Arif Nur Eksan. Bantuan ini diberikan melalui Kepala Desa Bapak Agus Sudiono dan secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I pada kamis, 21 November 2024. Program RTLH ini adalah bentuk komitmen BAZNAS untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan hunian yang lebih layak dan nyaman. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi keluarga penerima.
BERITA21/11/2024 | Red/Humas
Penyerahan Bantuan RTLH 52,5 Juta untuk 3 Warga Ngadirejo Melalui Kepala Desa
Penyerahan Bantuan RTLH 52,5 Juta untuk 3 Warga Ngadirejo Melalui Kepala Desa
Alhamdulillah, bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah disalurkan kepada : 1. Bapak Ramelan Rp. 20.000.000,- 2. Bapak Suyanto Rp. 20.000.000,- 3.Bapak Rasiman Rp. 12.500.000,- Penyerahan bantuan ini melalui Kepala Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya program ini. Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi keluarga penerima. Diserahkan pada: Rabu, 20 November 2024
BERITA21/11/2024 | Red/Humas
Bantuan Jamban untuk 7 Mustahik di Kecamatan Ngronggot
Bantuan Jamban untuk 7 Mustahik di Kecamatan Ngronggot
Bantuan Jamban untuk 7 Mustahik di Kecamatan Ngronggot Melalui kerja sama Lembaga Lazisnu dan Penyuluh Agama Kabupaten Nganjuk, bantuan jamban diberikan kepada 7 mustahik di Kecamatan Ngronggot. Bantuan ini bertujuan meningkatkan akses sanitasi dan mendukung kesehatan lingkungan masyarakat. Para penerima manfaat adalah: 1. Sihabudin - Dusun/Desa Mojokendil 2. Umar Wahyudi - Desa Ngronggot 3. Pirdoko - Dusun Panjen, Desa Cengkok 4. Ibu Semi - Dusun/Desa Trayang 5. Sunarti - Dusun/Desa Banjarsari 6. M. Wahidin Dhanur - Dusun Sekaran, Desa Kelutan 7. Bibit - Dusun Suruh, Desa Juwet Program ini disalurkan sebagai wujud kepedulian untuk mendukung kesejahteraan masyarakat prasejahtera di wilayah tersebut. Harapannya, bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pola hidup sehat.
BERITA20/11/2024 | Red/Humas
Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Mbah Paikem
Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Mbah Paikem
Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Mbah Paikem Melalui perwakilan Kepala Dusun Balongrejo, bantuan RTLH telah diberikan untuk Mbah Paikem. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dengan memperbaiki atau membangun rumah yang layak huni bagi keluarga prasejahtera di Dusun Balongrejo, Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang. Bantuan ini mencerminkan perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap kebutuhan dasar warga, terutama kelompok lansia dan kurang mampu, agar memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman (layak). Proses ini melibatkan koordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan transparansi dan tepat sasaran.
BERITA20/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Bantu Ibu Sainah di Dusun Manggarejo dengan Jamban Sehat untuk Kesehatan Lingkungan
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Bantu Ibu Sainah di Dusun Manggarejo dengan Jamban Sehat untuk Kesehatan Lingkungan
BAZNAS Kabupaten Nganjuk kembali memperlihatkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kali ini, bantuan berupa jamban sehat diberikan kepada Ibu Sainah, seorang warga Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan. Program ini bertujuan untuk memperbaiki sanitasi rumah tangga serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Bantuan jamban sehat ini diharapkan dapat memberikan Ibu Sainah dan keluarganya fasilitas sanitasi yang memadai, mengurangi potensi penyebaran penyakit akibat sanitasi yang buruk. BAZNAS Kabupaten Nganjuk mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam mendukung program-program yang memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, melalui zakat, infak, dan sedekah.
BERITA19/11/2024 | Red/Humas
Optimalisasi Dakwah Digital di Nganjuk: Menebar Kebaikan Lewat Jari Jemari
Optimalisasi Dakwah Digital di Nganjuk: Menebar Kebaikan Lewat Jari Jemari
Di Era Pesatnya Digital Ini Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nganjuk menggelar workshop "Optimalisasi Dakwah Digital" pada 19 November 2024. Acara ini dibuka langsung oleh KH. Ali Mustofa selaku ketua MUI Kabupaten Nganjuk dan dihadiri oleh 40 peserta dari berbagai organisasi keagamaan, termasuk NU dan Muhammadiyah, MUI Kecamatan dan BAZNAS Kabupaten Nganjuk juga ikut berpartisipasi dalam acara ini, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan dakwah digital di wilayah Nganjuk khususnya media Baznas Kab. Nganjuk. "Sebelum membuat sebuah jurnalis Kita harus memahami dasar-dasar jurnalistik meliputi : MEMAHAMI 5W 1H, ANGEL BERITA, PRINSIP SEGITIGA TERBALIK, DAN PEMILIHAN JUDUL" Ujar Muhammad Roisudin, salah satu pemateri pada acara tersebut. Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan transformasi dakwah digital di kabupaten Nganjuk, sehingga dakwah digital dapat menjangkau lebih banyak umat dan menebar banyak kemanfaatan. Acara ini diselenggarakan di Aula Kemenag Kabupaten Nganjuk pada : Selasa, 19 November 2024.
BERITA19/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Istiqomah Melakukan Kegiatan Rutinan: Doa dan Tahlil Bersama
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Istiqomah Melakukan Kegiatan Rutinan: Doa dan Tahlil Bersama
Pada hari Senin, 18 November 2024, BAZNAS Kabupaten Nganjuk kembali menggelar kegiatan rutinnya, yaitu Doa dan Tahlil Bersama. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I, dan berlangsung khidmat di kantor BAZNAS Nganjuk dengan dihadiri oleh seluruh pimpinan dan staf. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat spiritualitas dan kebersamaan di lingkungan BAZNAS. Selain sebagai bentuk syukur atas berbagai keberkahan yang telah diterima, doa dan tahlil bersama juga ditujukan untuk mendoakan kelancaran program-program BAZNAS dalam membantu masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi dan sosial, tetapi juga menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai pondasi utama dalam setiap langkah pelayanan kepada umat.
BERITA18/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Wujudkan Hidup Sehat dengan Bantuan Jamban untuk Ibu Bibit di Desa Juwet
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Wujudkan Hidup Sehat dengan Bantuan Jamban untuk Ibu Bibit di Desa Juwet
Baznas Kabupaten Nganjuk terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kali ini, bantuan berupa jamban sehat diberikan kepada Ibu Bibit, warga Desa Juwet, Kecamatan Ngronggot. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi rumah tangga, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu Ibu Bibit dan keluarganya memiliki fasilitas sanitasi yang layak, sehingga dapat mencegah berbagai risiko penyakit yang disebabkan oleh kurangnya akses ke jamban sehat. Baznas Kabupaten Nganjuk mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program yang memberikan dampak langsung bagi mereka yang membutuhkan, baik melalui zakat, infak, maupun sedekah. “Zakat Anda, kesejahteraan kita semua.” Kontak Informasi & Layanan: ----------- IG Official : @baznaskab.nganjuk Website : Https://kabnganjuk.baznas.go.id Alamat Kantor : Jl. Kyai H. Agus Salim No.2, Kauman, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64411
BERITA15/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS RI Pusat Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 100 Juta untuk 4 Rumah Melalui Baznas Kab. Nganjuk
BAZNAS RI Pusat Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 100 Juta untuk 4 Rumah Melalui Baznas Kab. Nganjuk
Alhamdulillah, BAZNAS RI menyalurkan bantuan RTLH melalui BAZNAS Kabupaten Nganjuk mengenai bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 4 keluarga di Kabupaten Nganjuk yang diberikan secara simbolis oleh Dra. Hj. Suraya Khusnaniyati, M.HI. sebagai Wakil Ketua 2 kemudian bantuan tersebut diberikan kepada: Faujan (Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek) Luluk Anifah (Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang) Perwakilan Mbah Sanem (Desa Gebangkerep, Kecamatan Baron) Yuana S. (Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek) Masing-Masing 25 Juta Per Rumah. Adapun penerima bantuan didampingi oleh Bapak/Ibu Kepala Desa masing-masing. Bantuan ini diberikan dalam bentuk saldo rekening bank untuk memudahkan transaksi dan memenuhi kebutuhan renovasi rumah serta Rumah yang Direnovasi sesuai Kriteria dari BAZNAS RI yang sudah dimusyawarahkan saat acara penyerahan bantuan tersebut. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi para penerima dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Penyerahan bantuan dilakukan pada tanggal 14 November 2024 di Aula Baznas Kab. Nganjuk. Kontak Informasi & Layanan: ----------- WhatsApp I :0812-5901-7615 (Pak Rois) WhatsApp II :0812-3370-9807 (Pak Dain) IG Official : @baznaskab.nganjuk Website : Https://kabnganjuk.baznas.go.id Alamat Kantor : Jl. Kyai H. Agus Salim No.2, Kauman, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64411 Hashtag: ----------- #BAZNASNganjuk #ZakatNganjuk #InfaqNganjuk #SedekahNganjuk #NganjukSejahtera #NganjukPeduli #Fyp #LembagaZakat #AmalJariyah #BerbagiKebahagiaan #PeduliSesama #BaznasNganjukApik
BERITA14/11/2024 | Red/Humas
Bu Sriatun kini Bahagia Terima bantuan Rumah dari BAZNAS
Bu Sriatun kini Bahagia Terima bantuan Rumah dari BAZNAS
Nganjuk – 14 November 2024. Di tengah gemerlapnya kota, tersembunyi kisah haru di sebuah Desa di Ngronggot. Sriatun (65) seorang wanita yang di tinggal si Desa Cengkok kecamatan Ngtonggot. selama bertahun-tahun harus bertahan hidup di sebuah rumah tua yang sudah tidak layak huni. Rumah tersebut sering bocor saat hujan dan membuatnya terpaksa hidup dalam kondisi serba terbatas. Kini bu Sriatun bisa tersenyum, kehidupannya telah berubah berkat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk. Melalui program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BAZNAS Nganjuk memberikan bantuan untuk merenovasi rumah Sriatun. Proses renovasi rumah yang dulunya rapuh dan bocor kini telah selesai, memberikan harapan baru bagi Sriatun untuk menjalani hidup dengan lebih tenang dan nyaman. “Riyen nek jawah bocor mboten saget tilem sak niki kulo tenang ( Dulu, setiap hujan turun, saya selalu khawatir rumah saya bocor dan membuat saya tak bisa tidur dengan nyenyak. Tapi sekarang, setelah rumah saya direnovasi, saya bisa tidur dengan lebih tenang,” ungkap Sriatun dengan wajah penuh syukur. Proses renovasi rumah Sriatun tidak berjalan sendiri. Melalui semangat gotong royong, masyarakat setempat dan para relawan ikut bergabung dalam program RTLH ini, memberikan bantuan tenaga dan dukungan untuk memastikan rumah Sriatun kembali layak huni. Program RTLH yang digagas oleh BAZNAS Kabupaten Nganjuk ini tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa renovasi rumah, tetapi juga membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga yang menerima bantuan. BAZNAS berharap, dengan adanya bantuan rumah yang layak huni, para penerima dapat hidup dengan lebih baik dan bisa beraktivitas tanpa kekhawatiran terhadap kondisi tempat tinggal mereka. Kisah Sriatun adalah salah satu contoh dari banyaknya warga kurang mampu yang merasakan manfaat dari program RTLH. Ke depan, BAZNAS Nganjuk berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini agar semakin banyak rumah-rumah tidak layak huni dapat diperbaiki, memberikan rasa aman dan nyaman bagi penerima bantuan. Dengan bantuan ini, Sriatun kini bisa menikmati kehidupan yang lebih normal, tanpa lagi khawatir rumahnya bocor saat hujan. Semoga cerita haru ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus berbagi dan membantu sesama.
BERITA14/11/2024 | Red/Humas
Ulama Harus Memberikan Teladan Berzakat
Ulama Harus Memberikan Teladan Berzakat
Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Ali Maschan Musa mengajak para tokoh Ulama memberikan teladan kepada masyarakat tentang membayar zakat, Infaq dan sedekah kepada lembaga zakat yang ada. Menurutnya mimbar Ulama dan kyai lebih mudah untuk menyampaikan dan sekaligus memberikan contoh berzakat "Ulama harus memberi contoh lebih dulu, jangan Haji umroh tiap tahun tapi banyak Dhuafa diabaikan jangan " Demikian ucapn Ketua BAZNAS propinsi Jawa Timur Prof Ali Maschan Moesa dalam Forum yang di gelar oleh Kemenag RI di Surabaya, (Rabu, 06/10/24). Lebih lanjut, Mantan Ketua PWNU Jawa Timur ini menambahkan, Para Tokoh Agama, Ulama jangan hanya menjadi Orang "Sholeh" untuk dirinya sendiri tetapi melupakan Orang-orang disekelilingnya, Orang (Ulama) Model begini justru diancam oleh Rosulullah " Itukan diancam Rosulullah, ada Sahabat yang lapor ada Muslim rajin beribadah siang malam tapi abai dengan tetangga, " Tegasnya Sambil mengutip sebuah hadist terkait. Karenanya menurut guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sebagai Muslim harus mampu menebarkan manfaat bagi Orang lain, sebagai bentuk Kesholehan Sosial terhadap lingkungan" Ya para Kyai Jangan cuma pinter Perintah tapi dirinya tidak memberi contoh membayar Zakat dan Sodaqoh lewat lembaga yang resmi" imbuhnya. Ia menguraikan dalam Alquran Setiap ada satu ayat tentang perintah beribadah kepada Alloh maka disambut dengan ratusan ayat lain perintah untuk berbuat "Sholeh" Kepada Manusia, " Itukan maksudnya Kesholehan jangan hanya kepada Alloh tapi imbangi dengan kebaikan kepada manusia (Kesholehan Sosial)"lanjutnya didepan Pimpinan BAZNAS kabupaten/Kota seJawa Timur. Terakhir, Mantan Anggota DPR RI ini mengulas sejumlah Prestasi BAZNAS Jawa Timur dalam menekan angka Kemiskinan melalui sejumlah Program, dan meraih Indeks kebahagiaan tertinggi Nasional oleh lembaga Bapenas" " Alhamdulillah kita di Apresiasi oleh BAPENAS dan BAZNAS RI atas kinerja memberantas kemiskinan melalui program Bedah Rumah dan Ekonomi Produktif " pungkasnya. Lebih lanjut, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghofur Direktur pemberdayaan Zakat & Wakaf Kemenag RI menambahkan, angkas kemiskinan Indonesia mencapai 25.90jt Orang dengan penghasilan Rp. 35.000/Kapita- Rp. 550.458/kapita" Itu data menuru BPS per Maret 2024 " tegasnya. Lebih lanjut, Ia menambahkan Karenanya Zakat Infaq sedekah memiliki peluang besar untuk menekan angka kemiskinan, maka peran Amil sangat penting untuk terus ditingkatkan Profesionalismenya dan Upgrade skillnya, " Salah satu Indikatornya harus siap dilakuka Audit Syariah dan Audit Keuangan" pungkasnya. (M.Roissudin)
BERITA13/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Bantu Bu Siti Bebas dari Jeratan Rentenir
BAZNAS Bantu Bu Siti Bebas dari Jeratan Rentenir
Nganjuk, Bu Siti (64) kini bisa tersenyum lega, pasalnya beban hutangnya kini telah lunas berkat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk. Wanita Sebatangkara asal Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk ini berjanji setelah seluruh hutangnya lunas ia akan menjalani hidup normal dengan warung Kopinya tanpa memanfaatkan hutang renten dengan bunga tinggi. Bu Siti mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada BAZNAS yang telah memberikan solusi dan meringankan beban hidupnya. "Maturnuwun BAZNAS sampun nikung kulo, nek mboten utang kuko tasek numpuk, ( Trima kasih Baznas sudah membantu sehingga utang saya tidak semakin menumpuk,)" ujarnya kepada Baznas dengan nada haru. Ia menceritakan, untuk kebutuhan sehari-hari mendirikan sebuah warung kopi (Warkop) dan gorengan, sempat berjalan normal beberapa tahun, namun sejak musim Covid 19 warkop yang biasanya ramai itu kini semakin sepi." Sak niki sepi pak" Ujarnya singkat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa meminjam Uang pada bank "sepasaran' yang biasa keliling, Celakanya lembaga Bank simpan pinjam swasta ini memberlakukan bunga sangat tinggi." Dosoundi maleh pak, Entene nggih niku (gimana lagi pak adanya ya hutang renten itu) " imbuhnya. Diketahui, Untuk mencukupi kebutuhan harian, sejak beberapa bulan lalu Ia meminjam uang sebesar Rp 1 juta, namun hanya menerima Rp 850.000 dengan dalih untuk administrasi dan lain lain, selebihnya Ia diwajibkan membayar cicilan sebesar Rp 50.000 per bulan selama 12 kali angsuran. Wakil Ketua 1 BAZNAS, Muhammad Roissudin, M. Pd menyampaikan BAZNAS sebagai lembaga Pemerintah Non-struktural hadir sebagai bagian dari tanggung jawab sosial pemerintah untuk memberikan solusi kepada masyarakat yang kesulitan, terutama dalam menghadapi praktek rentenir. "Menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk membantu saudara-saudara untuk membantu Fakir miskin, dhuafa yang memang harus mendapatkan pendampingan," tegasnya. Lebih lanjut Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menambahkan, BAZNAS akan terus memberikan solusi kepada Masyarakat khususnya yang memang masuk kategori layak menerima bantuan , sakah satu tujuannya agar mereka naik kelas dari penerima Infaq menjadi pemberi, " Prinsipnya kita tidak memposisikan Dhuafa terus menerus tangan di bawah (penerima) , tapi harus kita naikkan derajatnya menjadi tangan diatas (pemberi) "pungkasnya Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk Dr Zainal Arifin menambahkan, Tokoh masyarakat dan lembaga Amil zakat harus berperan aktif dalam menghindarkan masyarakat dari praktek rentenir yang bisa merusak sendi perekonomian masyarakat. Sehingga berbagai Upaya harua di lakukan "Kami terus berihtiyar masyarakat tidak terjebak dalam lingkaran utang yang semakin sulit dibayar, terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia dan tidak mampu lagi bekerja maksimal," tegasnya. Lebih lanjut menurutnya Praktek rentenir, yang sering memanfaatkan situasi kesulitan ekonomi masyarakat, kerap menjadi masalah besar, terutama bagi kalangan yang kurang mampu. Dalam kasus Bu Siti, meskipun hanya meminjam sedikit, bunga tinggi yang dikenakan membuatnya semakin sulit untuk melunasi pinjaman. "Pinjam satu juta, tapi yang diterima hanya 850 ribu. Ini sangat memberatkan, apalagi dengan angsuran yang harus dibayar selama 12 bulan," ungkap Zainal. Ia menekankan pentingnya kampanye anti-rentenir sebagai upaya bersama untuk melindungi masyarakat dari praktek-praktek yang merugikan. "Kampanye anti-rente adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat lebih sadar akan bahaya rentenir dan beralih ke lembaga keuangan yang lebih aman dan terjamin," ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui adanya praktik rentenir di sekitar mereka. (ro/red/humas)
BERITA13/11/2024 | Red/Humas
Duo Tokoh Pelopor Filantropi Islam Indonesia : Refleksi Hari Pahlawan Nasional
Duo Tokoh Pelopor Filantropi Islam Indonesia : Refleksi Hari Pahlawan Nasional
Oleh : Muhammad Roissudin. Wakil Ketua I BAZNAS Kab. Nganjuk Peringatan Hari Pahlawan Nasional bukan sekadar seremonial yang setiap tahun di gelar, tetapi menjadi momentum penting mengenang kontribusi besar para pahlawan bangsa dan Foundating father dalam menyongsong kemerdekaan Indonesia. Agar generasi penerus tidak abai terhadap tujuan dan cita-cita pendiri bangsa, tetapi menjadikan Inspirasi yang menghasilkan karya Produktif bagi pembangunan dan peradaban Bangsa. Dalam konteks ini, dua tokoh besar Indonesia KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari merupakan pahlawan pergerakan Nasional yang berperan besar membangun peradaban Indonesia. Ia tidak semata berjuang dalam bidang agama, tetapi juga dalam aspek sosial budaya dan Pendidikan melalui gerakan filantropi yang efektif hingga sekarang. Keduanya menjadi pilar utama berperan aktif membangin peradaban Indonesia hingga berdampak besar bagi kemajuan bangsa, baik melalui pendidikan, sosial, maupun dakwah. Duo tokoh besar " bersaudara " satu Guru ini mampu melahirkan para tokoh Bangsa dan Ulama serta mengantarkan jutaan Generasi Unggul yang akan melanjutkan Visi besar Indonesia. KH Ahmad Dahlan dan Teologi Al-Ma’un: Gerakan Filantropi mustad'afiin. KH Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah pada tahun 1912, organisasi Islam yang hingga kini terus berkembang pesat. Salah satu warisan terbesar dari Dahlan adalah konsep Teologi Al-Ma’un, Ia yang memotivasi umat Islam untuk peduli terhadap sesama melalui tindakan nyata. Gerakan ini menginspirasi berdirinya berbagai lembaga sosial yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat miskin, anak yatim, dan mereka yang berada dalam kesulitan ekonomi. Melalui Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan menekankan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Konsep Teologi Al-Ma’un ini mendorong terbentuknya ribuan amal usaha (AUM) yang hingga kini terus berkembang. Berdasarkan data Litbang PP Muhammadiyah hingga September 2023, sejumlah besar Amal Usaha Muhammadiyah telah terbentuk di seluruh Indonesia: 1. Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA): 172 unit, terdiri dari 83 universitas, 53 sekolah tinggi, dan 36 bentuk lainnya. 2. Rumah Sakit Muhammadiyah: 122 unit (ditambah dengan 20 rumah sakit dalam proses pembangunan). 3. Klinik Kesehatan: 231 unit. 4. Sekolah/Madrasah: 5.345 unit. 5. Aset Wakaf: 20.465 lokasi dengan luas tanah mencapai 214.742.677 m². 6. Amal Usaha Sosial (MCC/LKSA): 1.012 unit. 7. Pesantren Muhammadiyah: 440 unit. 8. Misi Kemanusiaan Internasional: Termasuk Palestina, Rohingya (Myanmar), Filipina, Pakistan, dan negara-negara terdampak bencana seperti Turki, Nepal, Sudan, dan lainnya. Kontribusi besar ini menunjukkan betapa dahsyatnya pengaruh Instrumen Filantropi yang diwariskan oleh KH Ahmad Dahlan dalam membangun jaringan sosial yang peduli terhadap kemanusiaan slama berbagai aspek. Hal ini tidak hanya mencakup aspek pendidikan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat miskin yang menjadi pokok ajaran dalam 'Teologi Al-Ma’un'. KH Hasyim Asy’ari dan Teologi Al-Balad: Gerakan Pesantren. KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tahun 1926 memfokuskan perjuangannya melalui jalur pesantren. Prof.Dr Noer Achmad Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS ) RI menjelaskan Gerakan Pesantren yang fi gagas oleh Kyai Hasyim Asy ari merupakan Implementasi dari pengalaman surat Al balad ayat ke 13-16. Yang dikenal Istilah Pendekatan Teologi Al-Balad. Dalam prakteknya, KH Hasyim Asy’ari menekankan pentingnya membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, dan perbudakan melalui pendidikan agama dan sosial dimulai dari gerakan Pesantren. Teologi Al-Balad ini tidak hanya mengajak untuk memberi makan orang miskin, merawat anak yatim, dan membebaskan perbudakan, tetapi juga menanamkan pentingnya pendidikan berbasis Islam yang moderat dan inklusif. Melalui NU, KH Hasyim Asy'ari meletakkan dasar pendidikan Islam yang berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah dengan tujuan mempersiapkan SDM yang tidak hanya paham agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman. Ini dapat dilihat dari perkembangan ribuan pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia, yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga mengedepankan nilai-nilai sosial yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat. Dengan kiprahnya panjang Kyai Hasyim telah melahirkan puluhan ribu Pondok Pesantren. Menurut data Kementerian Agama (2022), jumlah pondok pesantren di Indonesia mencapai 26.975 pesantren, dengan 13.477 pesantren di antaranya beraliran Nahdlatul Ulama (NU). Ini menunjukkan betapa besar pengaruh NU dalam membentuk karakter masyarakat melalui pendidikan pesantren berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah. Pendekatan Filantropi dalam Tradisi NU dan Muhammadiyah. Secara sosiologis, baik KH Ahmad Dahlan dengan 'Teologi Al-Ma’un' maupun KH Hasyim Asy’ari dengan 'Teologi Al-Balad' keduanya telah menciptakan gerakan sosial yang mendalam, yang berfungsi sebagai respons terhadap masalah sosial seperti kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Gerakan filantropi yang mereka gagas tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan material, tetapi lebih kepada pembentukan struktur sosial yang berkelanjutan dan inklusif. Menurut Prof. Azumardi Azra, seorang sosiolog Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, gerakan ini menunjukkan betapa Islam dapat berfungsi sebagai kekuatan sosial yang membangun dan memperbaiki masyarakat. Bagi Azra, keduanya adalah contoh konkret bagaimana agama dan filantropi dapat bersanding berkolaborasi untuk menciptakan perubahan sosial yang positif. Gerakan filantropi mereka mengedepankan pemberdayaan kaum miskin dan marginal, serta membangun jaringan sosial yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara holistik. Nurhokis Majid, dalam perspektifnya, menganggap gerakan filantropi berbasis pesantren yang dipelopori oleh KH Hasyim Asy’ari sebagai model yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Pesantren NU tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang menjaga nilai-nilai moderasi Islam serta kesatuan sosial. Gerakan 'Teologi Al-Balad' yang diusung NU, menurut Majid, adalah upaya untuk membebaskan masyarakat dari segala bentuk ketertinggalan, baik dalam aspek spiritual maupun material. Kedua tokoh besar ini, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari, memiliki record panjang bahwa filantropi Islam melalui Bidang Dakwah Sosial tidak sekadar memberikan bantuan konsumtif kepada yang membutuhkan. Tetapi telah membangun dua tradisi besar dalam dunia Islam yakni Pendidikan Formal dan berbasis Pesantren dan Tradisi Pesantren secara kultur. Pada Konteks Indonesia, dua gerakan sosial ini mampu membangkitkan kemajuan bidang bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi yang berbasis pada prinsip ajaran Islam rahmatan lil-‘alamin. Melalui berbagai amal usaha mereka, baik Muhammadiyah maupun NU telah berhasil menciptakan jaringan sosial yang kokoh dan terus berkembang, memberi harapan bagi masyarakat Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Gerakan filantropi yang mereka inisiasi tidak hanya berkontribusi dalam membangun peradaban Indonesia, tetapi juga menjadi contoh konkret dari bagaimana agama, pendidikan, dan sosial dapat bekerja bersama untuk mencapai tujuan kesejahteraan yang lebih besar. Dalam konteks ini, keduanya—dengan pendekatan yang sedikit berbeda tetapi tetap berfokus pada pemberdayaan umat—telah menunjukkan jalan untuk masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia. (*)
BERITA13/11/2024 | Red/Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Nganjuk.

Lihat Daftar Rekening →