WhatsApp Icon
Menggapai Ridha-Nya, Istiqomah Doa Bersama  BAZNAS Kabupaten Nganjuk Setiap hari Senin

Setiap hari Senin pagi, suasana kantor BAZNAS Kabupaten Nganjuk dipenuhi khidmat dan kekhusyukan dalam kegiatan rutin bertajuk “Menggapai Ridha-Nya: Istiqomah Doa Bersama”. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., yang senantiasa menekankan pentingnya memulai pekan dengan doa, muhasabah, dan kebersamaan dalam ikhtiar menggapai ridha Ilahi. Doa bersama ini diikuti secara istiqomah oleh seluruh amil dan amilat BAZNAS Kabupaten Nganjuk, serta para mahasiswa Program Pengembangan Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri. Dalam setiap pertemuan, suasana spiritual sangat terasa menjadi momentum untuk memperkuat niat, membersihkan hati, dan menyelaraskan langkah dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf demi kemaslahatan umat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga wahana penguatan nilai-nilai akhlak, integritas, dan semangat pelayanan publik yang berlandaskan iman dan takwa. Dengan istiqomahnya doa bersama ini, BAZNAS Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus menjadi lembaga amil zakat yang profesional, transparan, dan berkah senantiasa berjalan di jalan Allah SWT menuju ridha-Nya.

02/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Survei Calon Penerima Bantuan Rumah Layak Huni Baznas Kabupaten Nganjuk

Nganjuk – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada kesempatan kali ini, tim BAZNAS Kabupaten Nganjuk melakukan survei lapangan di rumah Ibu Katijah dan Ibu Paikem di Desa Patranrejo, Kecamatan Berbek. Survei tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Ahmad Dain Arif, S.Pd.I., yang didampingi oleh mahasiswa Program Pengembangan Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi kondisi riil kedua rumah calon penerima bantuan, sekaligus menyerap informasi terkait kebutuhan dasar hunian yang layak bagi keluarga tersebut. Dalam kunjungannya, Ahmad Dain Arif menyampaikan bahwa survei ini merupakan bagian penting dari proses seleksi yang transparan dan akuntabel, guna memastikan bahwa bantuan RTLH tepat sasaran kepada warga prasejahtera yang benar-benar membutuhkan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang terkumpul digunakan secara optimal untuk memberikan manfaat nyata bagi mustahik,” ujarnya. Kehadiran mahasiswa PPZ dari Universitas Syekh Wasil Kediri juga menjadi bagian dari sinergi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam upaya penguatan kapasitas pengelolaan zakat serta pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan pengabdian. BAZNAS Kabupaten Nganjuk berharap melalui program RTLH ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat prasejahtera, sekaligus mewujudkan visi pembangunan sosial yang inklusif dan berkeadilan di wilayah Kabupaten Nganjuk.

02/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Ketua BAZNAS Bersama Bupati Kabupaten Nganjuk Salurkan Bantuan Sosial RTLH Di Kecamatan Ngronggot

Komitmen pemerintah daerah dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk dalam mewujudkan hunian layak bagi warga kurang mampu kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kali ini, bantuan disalurkan kepada Ibu Sumiati di Dusun Dingin, Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., pada Kamis (30/1/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dra. Hj. Suraya Khusnaniyati,M.Hi. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PRKPP) Mashudi Nurul Huda, S.STP., M.M. Camat Ngronggot, Mohamad Makrup, S.Sos., serta Kepala Desa Ngronggot, M. Kholid Z Arifin.

Bantuan sebesar Rp20 juta yang seluruhnya bersumber dari dana zakat yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Nganjuk, dialokasikan untuk perbaikan rumah Ibu Sumiati agar menjadi layak huni. Rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan pada struktur atap, dinding, dan lantai.

Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS Kabupaten Nganjuk atas sinergi yang terjalin dalam membantu masyarakat prasejahtera. “Program RTLH ini adalah wujud nyata gotong royong antara pemerintah dan lembaga zakat dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem dan mempercepat pembangunan sosial di tingkat desa.

Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari misi BAZNAS dalam mendayagunakan zakat untuk pemberdayaan umat. Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan bagaimana zakat yang diamanahkan oleh para muzaki dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh mustahik. Ini bukan sekadar bantuan fisik, tapi juga bentuk kehadiran negara dan kepedulian sesama.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan BAZNAS dalam mendukung percepatan pencapaian khususnya di bidang perumahan layak dan pengentasan kemiskinan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian.

30/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Ketua BAZNAS Bersama Bupati Kabupaten Nganjuk Salurkan Bantuan Sosial RTLH Di Kecamatan Tanjunganom

Komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk dalam membantu masyarakat kurang mampu terus berlanjut melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kali ini, bantuan disalurkan kepada salah satu warga prasejahtera di Dusun Sumberwaru Desa Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., pada Kamis (30/1/2026). Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Suraya Khusnaniyati; Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Nganjuk, Mashudi Nurul Huda, S.STP., M.M. Camat Tanjunganom, Johansyah Setiawan, S.E. serta perangkat Desa Banjaranyar.

Bantuan sebesar Rp10 juta seluruhnya bersumber dari zakat yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Nganjuk. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki struktur bangunan yang rusak, termasuk atap bocor, dinding retak, sehingga penghuni dapat tinggal dalam kondisi yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

Bupati Marhaen Djumadi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam menangani persoalan kemiskinan dan perumahan. “Program RTLH ini adalah bentuk konkret kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami mengapresiasi BAZNAS yang terus aktif menyalurkan zakat untuk kemaslahatan umat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud amanah para muzaki yang disalurkan kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan. “Zakat bukan hanya ibadah, tapi juga instrumen sosial ekonomi yang mampu menggerakkan keadilan dan kesejahteraan. Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan manfaat nyata dari zakat yang dihimpun.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinergis antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan BAZNAS Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, diharapkan semakin banyak rumah tidak layak huni di Kabupaten Nganjuk yang dapat diperbaiki.

 

30/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Ketua BAZNAS Bersama Bupati Kabupaten Nganjuk Salurkan Bantuan Sosial RTLH

Nganjuk – Sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Bupati Kabupaten Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., menyalurkan bantuan sosial program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Ibu Lamiyem di Dusun Ndodol, Desa Klodan, Kecamatan Ngetos, Kamis (29/1/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di kediaman Ibu Lamiyem yang sebelumnya tergolong sebagai rumah tidak layak huni. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) dengan BAZNAS Kabupaten Nganjuk dalam rangka percepatan penanganan perumahan layak bagi keluarga prasejahtera.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNASbNganjuk, Muh. Roissudin, M.Pd., Kepala Dinas PRKPP, Mashudi Nurul Huda, S.STP., M.M., jajaran Forkopimcam Kecamatan Ngetos, serta Kepala Desa Klodan. Kehadiran para pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan bahwa program RTLH bukan hanya sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga membangun harapan dan martabat keluarga penerima manfaat. Hari ini, kita buktikan bahwa pemerintah hadir untuk rakyat. Rumah yang layak adalah hak dasar setiap warga negara, dan kami terus berupaya memastikan tidak ada satu pun warga Nganjuk yang tinggal di rumah yang membahayakan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, menjelaskan bahwa bantuan RTLH ini bersumber dari dana zakat yang dihimpun oleh BAZNAS dan dialokasikan untuk program sosial kemanusiaan. Alhamdulillah, amanah para muzaki bisa tersalurkan tepat sasaran. Ini adalah bentuk ibadah sosial yang menyentuh langsung kebutuhan saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak keluarga kurang mampu yang dapat merasakan manfaat langsung dari program-program pemberdayaan sosial.

29/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk

Berita Terbaru

Bantuan Jamban untuk 7 Mustahik di Kecamatan Ngronggot
Bantuan Jamban untuk 7 Mustahik di Kecamatan Ngronggot
Bantuan Jamban untuk 7 Mustahik di Kecamatan Ngronggot Melalui kerja sama Lembaga Lazisnu dan Penyuluh Agama Kabupaten Nganjuk, bantuan jamban diberikan kepada 7 mustahik di Kecamatan Ngronggot. Bantuan ini bertujuan meningkatkan akses sanitasi dan mendukung kesehatan lingkungan masyarakat. Para penerima manfaat adalah: 1. Sihabudin - Dusun/Desa Mojokendil 2. Umar Wahyudi - Desa Ngronggot 3. Pirdoko - Dusun Panjen, Desa Cengkok 4. Ibu Semi - Dusun/Desa Trayang 5. Sunarti - Dusun/Desa Banjarsari 6. M. Wahidin Dhanur - Dusun Sekaran, Desa Kelutan 7. Bibit - Dusun Suruh, Desa Juwet Program ini disalurkan sebagai wujud kepedulian untuk mendukung kesejahteraan masyarakat prasejahtera di wilayah tersebut. Harapannya, bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pola hidup sehat.
BERITA20/11/2024 | Red/Humas
Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Mbah Paikem
Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Mbah Paikem
Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Mbah Paikem Melalui perwakilan Kepala Dusun Balongrejo, bantuan RTLH telah diberikan untuk Mbah Paikem. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dengan memperbaiki atau membangun rumah yang layak huni bagi keluarga prasejahtera di Dusun Balongrejo, Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang. Bantuan ini mencerminkan perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap kebutuhan dasar warga, terutama kelompok lansia dan kurang mampu, agar memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman (layak). Proses ini melibatkan koordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan transparansi dan tepat sasaran.
BERITA20/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Bantu Ibu Sainah di Dusun Manggarejo dengan Jamban Sehat untuk Kesehatan Lingkungan
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Bantu Ibu Sainah di Dusun Manggarejo dengan Jamban Sehat untuk Kesehatan Lingkungan
BAZNAS Kabupaten Nganjuk kembali memperlihatkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kali ini, bantuan berupa jamban sehat diberikan kepada Ibu Sainah, seorang warga Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan. Program ini bertujuan untuk memperbaiki sanitasi rumah tangga serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Bantuan jamban sehat ini diharapkan dapat memberikan Ibu Sainah dan keluarganya fasilitas sanitasi yang memadai, mengurangi potensi penyebaran penyakit akibat sanitasi yang buruk. BAZNAS Kabupaten Nganjuk mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam mendukung program-program yang memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, melalui zakat, infak, dan sedekah.
BERITA19/11/2024 | Red/Humas
Optimalisasi Dakwah Digital di Nganjuk: Menebar Kebaikan Lewat Jari Jemari
Optimalisasi Dakwah Digital di Nganjuk: Menebar Kebaikan Lewat Jari Jemari
Di Era Pesatnya Digital Ini Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nganjuk menggelar workshop "Optimalisasi Dakwah Digital" pada 19 November 2024. Acara ini dibuka langsung oleh KH. Ali Mustofa selaku ketua MUI Kabupaten Nganjuk dan dihadiri oleh 40 peserta dari berbagai organisasi keagamaan, termasuk NU dan Muhammadiyah, MUI Kecamatan dan BAZNAS Kabupaten Nganjuk juga ikut berpartisipasi dalam acara ini, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan dakwah digital di wilayah Nganjuk khususnya media Baznas Kab. Nganjuk. "Sebelum membuat sebuah jurnalis Kita harus memahami dasar-dasar jurnalistik meliputi : MEMAHAMI 5W 1H, ANGEL BERITA, PRINSIP SEGITIGA TERBALIK, DAN PEMILIHAN JUDUL" Ujar Muhammad Roisudin, salah satu pemateri pada acara tersebut. Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan transformasi dakwah digital di kabupaten Nganjuk, sehingga dakwah digital dapat menjangkau lebih banyak umat dan menebar banyak kemanfaatan. Acara ini diselenggarakan di Aula Kemenag Kabupaten Nganjuk pada : Selasa, 19 November 2024.
BERITA19/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Istiqomah Melakukan Kegiatan Rutinan: Doa dan Tahlil Bersama
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Istiqomah Melakukan Kegiatan Rutinan: Doa dan Tahlil Bersama
Pada hari Senin, 18 November 2024, BAZNAS Kabupaten Nganjuk kembali menggelar kegiatan rutinnya, yaitu Doa dan Tahlil Bersama. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I, dan berlangsung khidmat di kantor BAZNAS Nganjuk dengan dihadiri oleh seluruh pimpinan dan staf. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat spiritualitas dan kebersamaan di lingkungan BAZNAS. Selain sebagai bentuk syukur atas berbagai keberkahan yang telah diterima, doa dan tahlil bersama juga ditujukan untuk mendoakan kelancaran program-program BAZNAS dalam membantu masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi dan sosial, tetapi juga menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai pondasi utama dalam setiap langkah pelayanan kepada umat.
BERITA18/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Wujudkan Hidup Sehat dengan Bantuan Jamban untuk Ibu Bibit di Desa Juwet
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Wujudkan Hidup Sehat dengan Bantuan Jamban untuk Ibu Bibit di Desa Juwet
Baznas Kabupaten Nganjuk terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kali ini, bantuan berupa jamban sehat diberikan kepada Ibu Bibit, warga Desa Juwet, Kecamatan Ngronggot. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi rumah tangga, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu Ibu Bibit dan keluarganya memiliki fasilitas sanitasi yang layak, sehingga dapat mencegah berbagai risiko penyakit yang disebabkan oleh kurangnya akses ke jamban sehat. Baznas Kabupaten Nganjuk mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program yang memberikan dampak langsung bagi mereka yang membutuhkan, baik melalui zakat, infak, maupun sedekah. “Zakat Anda, kesejahteraan kita semua.” Kontak Informasi & Layanan: ----------- IG Official : @baznaskab.nganjuk Website : Https://kabnganjuk.baznas.go.id Alamat Kantor : Jl. Kyai H. Agus Salim No.2, Kauman, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64411
BERITA15/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS RI Pusat Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 100 Juta untuk 4 Rumah Melalui Baznas Kab. Nganjuk
BAZNAS RI Pusat Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 100 Juta untuk 4 Rumah Melalui Baznas Kab. Nganjuk
Alhamdulillah, BAZNAS RI menyalurkan bantuan RTLH melalui BAZNAS Kabupaten Nganjuk mengenai bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 4 keluarga di Kabupaten Nganjuk yang diberikan secara simbolis oleh Dra. Hj. Suraya Khusnaniyati, M.HI. sebagai Wakil Ketua 2 kemudian bantuan tersebut diberikan kepada: Faujan (Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek) Luluk Anifah (Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang) Perwakilan Mbah Sanem (Desa Gebangkerep, Kecamatan Baron) Yuana S. (Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek) Masing-Masing 25 Juta Per Rumah. Adapun penerima bantuan didampingi oleh Bapak/Ibu Kepala Desa masing-masing. Bantuan ini diberikan dalam bentuk saldo rekening bank untuk memudahkan transaksi dan memenuhi kebutuhan renovasi rumah serta Rumah yang Direnovasi sesuai Kriteria dari BAZNAS RI yang sudah dimusyawarahkan saat acara penyerahan bantuan tersebut. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi para penerima dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Penyerahan bantuan dilakukan pada tanggal 14 November 2024 di Aula Baznas Kab. Nganjuk. Kontak Informasi & Layanan: ----------- WhatsApp I :0812-5901-7615 (Pak Rois) WhatsApp II :0812-3370-9807 (Pak Dain) IG Official : @baznaskab.nganjuk Website : Https://kabnganjuk.baznas.go.id Alamat Kantor : Jl. Kyai H. Agus Salim No.2, Kauman, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64411 Hashtag: ----------- #BAZNASNganjuk #ZakatNganjuk #InfaqNganjuk #SedekahNganjuk #NganjukSejahtera #NganjukPeduli #Fyp #LembagaZakat #AmalJariyah #BerbagiKebahagiaan #PeduliSesama #BaznasNganjukApik
BERITA14/11/2024 | Red/Humas
Bu Sriatun kini Bahagia Terima bantuan Rumah dari BAZNAS
Bu Sriatun kini Bahagia Terima bantuan Rumah dari BAZNAS
Nganjuk – 14 November 2024. Di tengah gemerlapnya kota, tersembunyi kisah haru di sebuah Desa di Ngronggot. Sriatun (65) seorang wanita yang di tinggal si Desa Cengkok kecamatan Ngtonggot. selama bertahun-tahun harus bertahan hidup di sebuah rumah tua yang sudah tidak layak huni. Rumah tersebut sering bocor saat hujan dan membuatnya terpaksa hidup dalam kondisi serba terbatas. Kini bu Sriatun bisa tersenyum, kehidupannya telah berubah berkat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk. Melalui program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BAZNAS Nganjuk memberikan bantuan untuk merenovasi rumah Sriatun. Proses renovasi rumah yang dulunya rapuh dan bocor kini telah selesai, memberikan harapan baru bagi Sriatun untuk menjalani hidup dengan lebih tenang dan nyaman. “Riyen nek jawah bocor mboten saget tilem sak niki kulo tenang ( Dulu, setiap hujan turun, saya selalu khawatir rumah saya bocor dan membuat saya tak bisa tidur dengan nyenyak. Tapi sekarang, setelah rumah saya direnovasi, saya bisa tidur dengan lebih tenang,” ungkap Sriatun dengan wajah penuh syukur. Proses renovasi rumah Sriatun tidak berjalan sendiri. Melalui semangat gotong royong, masyarakat setempat dan para relawan ikut bergabung dalam program RTLH ini, memberikan bantuan tenaga dan dukungan untuk memastikan rumah Sriatun kembali layak huni. Program RTLH yang digagas oleh BAZNAS Kabupaten Nganjuk ini tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa renovasi rumah, tetapi juga membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga yang menerima bantuan. BAZNAS berharap, dengan adanya bantuan rumah yang layak huni, para penerima dapat hidup dengan lebih baik dan bisa beraktivitas tanpa kekhawatiran terhadap kondisi tempat tinggal mereka. Kisah Sriatun adalah salah satu contoh dari banyaknya warga kurang mampu yang merasakan manfaat dari program RTLH. Ke depan, BAZNAS Nganjuk berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini agar semakin banyak rumah-rumah tidak layak huni dapat diperbaiki, memberikan rasa aman dan nyaman bagi penerima bantuan. Dengan bantuan ini, Sriatun kini bisa menikmati kehidupan yang lebih normal, tanpa lagi khawatir rumahnya bocor saat hujan. Semoga cerita haru ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus berbagi dan membantu sesama.
BERITA14/11/2024 | Red/Humas
Ulama Harus Memberikan Teladan Berzakat
Ulama Harus Memberikan Teladan Berzakat
Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Ali Maschan Musa mengajak para tokoh Ulama memberikan teladan kepada masyarakat tentang membayar zakat, Infaq dan sedekah kepada lembaga zakat yang ada. Menurutnya mimbar Ulama dan kyai lebih mudah untuk menyampaikan dan sekaligus memberikan contoh berzakat "Ulama harus memberi contoh lebih dulu, jangan Haji umroh tiap tahun tapi banyak Dhuafa diabaikan jangan " Demikian ucapn Ketua BAZNAS propinsi Jawa Timur Prof Ali Maschan Moesa dalam Forum yang di gelar oleh Kemenag RI di Surabaya, (Rabu, 06/10/24). Lebih lanjut, Mantan Ketua PWNU Jawa Timur ini menambahkan, Para Tokoh Agama, Ulama jangan hanya menjadi Orang "Sholeh" untuk dirinya sendiri tetapi melupakan Orang-orang disekelilingnya, Orang (Ulama) Model begini justru diancam oleh Rosulullah " Itukan diancam Rosulullah, ada Sahabat yang lapor ada Muslim rajin beribadah siang malam tapi abai dengan tetangga, " Tegasnya Sambil mengutip sebuah hadist terkait. Karenanya menurut guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sebagai Muslim harus mampu menebarkan manfaat bagi Orang lain, sebagai bentuk Kesholehan Sosial terhadap lingkungan" Ya para Kyai Jangan cuma pinter Perintah tapi dirinya tidak memberi contoh membayar Zakat dan Sodaqoh lewat lembaga yang resmi" imbuhnya. Ia menguraikan dalam Alquran Setiap ada satu ayat tentang perintah beribadah kepada Alloh maka disambut dengan ratusan ayat lain perintah untuk berbuat "Sholeh" Kepada Manusia, " Itukan maksudnya Kesholehan jangan hanya kepada Alloh tapi imbangi dengan kebaikan kepada manusia (Kesholehan Sosial)"lanjutnya didepan Pimpinan BAZNAS kabupaten/Kota seJawa Timur. Terakhir, Mantan Anggota DPR RI ini mengulas sejumlah Prestasi BAZNAS Jawa Timur dalam menekan angka Kemiskinan melalui sejumlah Program, dan meraih Indeks kebahagiaan tertinggi Nasional oleh lembaga Bapenas" " Alhamdulillah kita di Apresiasi oleh BAPENAS dan BAZNAS RI atas kinerja memberantas kemiskinan melalui program Bedah Rumah dan Ekonomi Produktif " pungkasnya. Lebih lanjut, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghofur Direktur pemberdayaan Zakat & Wakaf Kemenag RI menambahkan, angkas kemiskinan Indonesia mencapai 25.90jt Orang dengan penghasilan Rp. 35.000/Kapita- Rp. 550.458/kapita" Itu data menuru BPS per Maret 2024 " tegasnya. Lebih lanjut, Ia menambahkan Karenanya Zakat Infaq sedekah memiliki peluang besar untuk menekan angka kemiskinan, maka peran Amil sangat penting untuk terus ditingkatkan Profesionalismenya dan Upgrade skillnya, " Salah satu Indikatornya harus siap dilakuka Audit Syariah dan Audit Keuangan" pungkasnya. (M.Roissudin)
BERITA13/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Bantu Bu Siti Bebas dari Jeratan Rentenir
BAZNAS Bantu Bu Siti Bebas dari Jeratan Rentenir
Nganjuk, Bu Siti (64) kini bisa tersenyum lega, pasalnya beban hutangnya kini telah lunas berkat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk. Wanita Sebatangkara asal Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk ini berjanji setelah seluruh hutangnya lunas ia akan menjalani hidup normal dengan warung Kopinya tanpa memanfaatkan hutang renten dengan bunga tinggi. Bu Siti mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada BAZNAS yang telah memberikan solusi dan meringankan beban hidupnya. "Maturnuwun BAZNAS sampun nikung kulo, nek mboten utang kuko tasek numpuk, ( Trima kasih Baznas sudah membantu sehingga utang saya tidak semakin menumpuk,)" ujarnya kepada Baznas dengan nada haru. Ia menceritakan, untuk kebutuhan sehari-hari mendirikan sebuah warung kopi (Warkop) dan gorengan, sempat berjalan normal beberapa tahun, namun sejak musim Covid 19 warkop yang biasanya ramai itu kini semakin sepi." Sak niki sepi pak" Ujarnya singkat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa meminjam Uang pada bank "sepasaran' yang biasa keliling, Celakanya lembaga Bank simpan pinjam swasta ini memberlakukan bunga sangat tinggi." Dosoundi maleh pak, Entene nggih niku (gimana lagi pak adanya ya hutang renten itu) " imbuhnya. Diketahui, Untuk mencukupi kebutuhan harian, sejak beberapa bulan lalu Ia meminjam uang sebesar Rp 1 juta, namun hanya menerima Rp 850.000 dengan dalih untuk administrasi dan lain lain, selebihnya Ia diwajibkan membayar cicilan sebesar Rp 50.000 per bulan selama 12 kali angsuran. Wakil Ketua 1 BAZNAS, Muhammad Roissudin, M. Pd menyampaikan BAZNAS sebagai lembaga Pemerintah Non-struktural hadir sebagai bagian dari tanggung jawab sosial pemerintah untuk memberikan solusi kepada masyarakat yang kesulitan, terutama dalam menghadapi praktek rentenir. "Menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk membantu saudara-saudara untuk membantu Fakir miskin, dhuafa yang memang harus mendapatkan pendampingan," tegasnya. Lebih lanjut Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menambahkan, BAZNAS akan terus memberikan solusi kepada Masyarakat khususnya yang memang masuk kategori layak menerima bantuan , sakah satu tujuannya agar mereka naik kelas dari penerima Infaq menjadi pemberi, " Prinsipnya kita tidak memposisikan Dhuafa terus menerus tangan di bawah (penerima) , tapi harus kita naikkan derajatnya menjadi tangan diatas (pemberi) "pungkasnya Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk Dr Zainal Arifin menambahkan, Tokoh masyarakat dan lembaga Amil zakat harus berperan aktif dalam menghindarkan masyarakat dari praktek rentenir yang bisa merusak sendi perekonomian masyarakat. Sehingga berbagai Upaya harua di lakukan "Kami terus berihtiyar masyarakat tidak terjebak dalam lingkaran utang yang semakin sulit dibayar, terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia dan tidak mampu lagi bekerja maksimal," tegasnya. Lebih lanjut menurutnya Praktek rentenir, yang sering memanfaatkan situasi kesulitan ekonomi masyarakat, kerap menjadi masalah besar, terutama bagi kalangan yang kurang mampu. Dalam kasus Bu Siti, meskipun hanya meminjam sedikit, bunga tinggi yang dikenakan membuatnya semakin sulit untuk melunasi pinjaman. "Pinjam satu juta, tapi yang diterima hanya 850 ribu. Ini sangat memberatkan, apalagi dengan angsuran yang harus dibayar selama 12 bulan," ungkap Zainal. Ia menekankan pentingnya kampanye anti-rentenir sebagai upaya bersama untuk melindungi masyarakat dari praktek-praktek yang merugikan. "Kampanye anti-rente adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat lebih sadar akan bahaya rentenir dan beralih ke lembaga keuangan yang lebih aman dan terjamin," ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui adanya praktik rentenir di sekitar mereka. (ro/red/humas)
BERITA13/11/2024 | Red/Humas
Duo Tokoh Pelopor Filantropi Islam Indonesia : Refleksi Hari Pahlawan Nasional
Duo Tokoh Pelopor Filantropi Islam Indonesia : Refleksi Hari Pahlawan Nasional
Oleh : Muhammad Roissudin. Wakil Ketua I BAZNAS Kab. Nganjuk Peringatan Hari Pahlawan Nasional bukan sekadar seremonial yang setiap tahun di gelar, tetapi menjadi momentum penting mengenang kontribusi besar para pahlawan bangsa dan Foundating father dalam menyongsong kemerdekaan Indonesia. Agar generasi penerus tidak abai terhadap tujuan dan cita-cita pendiri bangsa, tetapi menjadikan Inspirasi yang menghasilkan karya Produktif bagi pembangunan dan peradaban Bangsa. Dalam konteks ini, dua tokoh besar Indonesia KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari merupakan pahlawan pergerakan Nasional yang berperan besar membangun peradaban Indonesia. Ia tidak semata berjuang dalam bidang agama, tetapi juga dalam aspek sosial budaya dan Pendidikan melalui gerakan filantropi yang efektif hingga sekarang. Keduanya menjadi pilar utama berperan aktif membangin peradaban Indonesia hingga berdampak besar bagi kemajuan bangsa, baik melalui pendidikan, sosial, maupun dakwah. Duo tokoh besar " bersaudara " satu Guru ini mampu melahirkan para tokoh Bangsa dan Ulama serta mengantarkan jutaan Generasi Unggul yang akan melanjutkan Visi besar Indonesia. KH Ahmad Dahlan dan Teologi Al-Ma’un: Gerakan Filantropi mustad'afiin. KH Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah pada tahun 1912, organisasi Islam yang hingga kini terus berkembang pesat. Salah satu warisan terbesar dari Dahlan adalah konsep Teologi Al-Ma’un, Ia yang memotivasi umat Islam untuk peduli terhadap sesama melalui tindakan nyata. Gerakan ini menginspirasi berdirinya berbagai lembaga sosial yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat miskin, anak yatim, dan mereka yang berada dalam kesulitan ekonomi. Melalui Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan menekankan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Konsep Teologi Al-Ma’un ini mendorong terbentuknya ribuan amal usaha (AUM) yang hingga kini terus berkembang. Berdasarkan data Litbang PP Muhammadiyah hingga September 2023, sejumlah besar Amal Usaha Muhammadiyah telah terbentuk di seluruh Indonesia: 1. Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA): 172 unit, terdiri dari 83 universitas, 53 sekolah tinggi, dan 36 bentuk lainnya. 2. Rumah Sakit Muhammadiyah: 122 unit (ditambah dengan 20 rumah sakit dalam proses pembangunan). 3. Klinik Kesehatan: 231 unit. 4. Sekolah/Madrasah: 5.345 unit. 5. Aset Wakaf: 20.465 lokasi dengan luas tanah mencapai 214.742.677 m². 6. Amal Usaha Sosial (MCC/LKSA): 1.012 unit. 7. Pesantren Muhammadiyah: 440 unit. 8. Misi Kemanusiaan Internasional: Termasuk Palestina, Rohingya (Myanmar), Filipina, Pakistan, dan negara-negara terdampak bencana seperti Turki, Nepal, Sudan, dan lainnya. Kontribusi besar ini menunjukkan betapa dahsyatnya pengaruh Instrumen Filantropi yang diwariskan oleh KH Ahmad Dahlan dalam membangun jaringan sosial yang peduli terhadap kemanusiaan slama berbagai aspek. Hal ini tidak hanya mencakup aspek pendidikan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat miskin yang menjadi pokok ajaran dalam 'Teologi Al-Ma’un'. KH Hasyim Asy’ari dan Teologi Al-Balad: Gerakan Pesantren. KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tahun 1926 memfokuskan perjuangannya melalui jalur pesantren. Prof.Dr Noer Achmad Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS ) RI menjelaskan Gerakan Pesantren yang fi gagas oleh Kyai Hasyim Asy ari merupakan Implementasi dari pengalaman surat Al balad ayat ke 13-16. Yang dikenal Istilah Pendekatan Teologi Al-Balad. Dalam prakteknya, KH Hasyim Asy’ari menekankan pentingnya membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, dan perbudakan melalui pendidikan agama dan sosial dimulai dari gerakan Pesantren. Teologi Al-Balad ini tidak hanya mengajak untuk memberi makan orang miskin, merawat anak yatim, dan membebaskan perbudakan, tetapi juga menanamkan pentingnya pendidikan berbasis Islam yang moderat dan inklusif. Melalui NU, KH Hasyim Asy'ari meletakkan dasar pendidikan Islam yang berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah dengan tujuan mempersiapkan SDM yang tidak hanya paham agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman. Ini dapat dilihat dari perkembangan ribuan pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia, yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga mengedepankan nilai-nilai sosial yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat. Dengan kiprahnya panjang Kyai Hasyim telah melahirkan puluhan ribu Pondok Pesantren. Menurut data Kementerian Agama (2022), jumlah pondok pesantren di Indonesia mencapai 26.975 pesantren, dengan 13.477 pesantren di antaranya beraliran Nahdlatul Ulama (NU). Ini menunjukkan betapa besar pengaruh NU dalam membentuk karakter masyarakat melalui pendidikan pesantren berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah. Pendekatan Filantropi dalam Tradisi NU dan Muhammadiyah. Secara sosiologis, baik KH Ahmad Dahlan dengan 'Teologi Al-Ma’un' maupun KH Hasyim Asy’ari dengan 'Teologi Al-Balad' keduanya telah menciptakan gerakan sosial yang mendalam, yang berfungsi sebagai respons terhadap masalah sosial seperti kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Gerakan filantropi yang mereka gagas tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan material, tetapi lebih kepada pembentukan struktur sosial yang berkelanjutan dan inklusif. Menurut Prof. Azumardi Azra, seorang sosiolog Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, gerakan ini menunjukkan betapa Islam dapat berfungsi sebagai kekuatan sosial yang membangun dan memperbaiki masyarakat. Bagi Azra, keduanya adalah contoh konkret bagaimana agama dan filantropi dapat bersanding berkolaborasi untuk menciptakan perubahan sosial yang positif. Gerakan filantropi mereka mengedepankan pemberdayaan kaum miskin dan marginal, serta membangun jaringan sosial yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara holistik. Nurhokis Majid, dalam perspektifnya, menganggap gerakan filantropi berbasis pesantren yang dipelopori oleh KH Hasyim Asy’ari sebagai model yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Pesantren NU tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang menjaga nilai-nilai moderasi Islam serta kesatuan sosial. Gerakan 'Teologi Al-Balad' yang diusung NU, menurut Majid, adalah upaya untuk membebaskan masyarakat dari segala bentuk ketertinggalan, baik dalam aspek spiritual maupun material. Kedua tokoh besar ini, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari, memiliki record panjang bahwa filantropi Islam melalui Bidang Dakwah Sosial tidak sekadar memberikan bantuan konsumtif kepada yang membutuhkan. Tetapi telah membangun dua tradisi besar dalam dunia Islam yakni Pendidikan Formal dan berbasis Pesantren dan Tradisi Pesantren secara kultur. Pada Konteks Indonesia, dua gerakan sosial ini mampu membangkitkan kemajuan bidang bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi yang berbasis pada prinsip ajaran Islam rahmatan lil-‘alamin. Melalui berbagai amal usaha mereka, baik Muhammadiyah maupun NU telah berhasil menciptakan jaringan sosial yang kokoh dan terus berkembang, memberi harapan bagi masyarakat Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Gerakan filantropi yang mereka inisiasi tidak hanya berkontribusi dalam membangun peradaban Indonesia, tetapi juga menjadi contoh konkret dari bagaimana agama, pendidikan, dan sosial dapat bekerja bersama untuk mencapai tujuan kesejahteraan yang lebih besar. Dalam konteks ini, keduanya—dengan pendekatan yang sedikit berbeda tetapi tetap berfokus pada pemberdayaan umat—telah menunjukkan jalan untuk masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia. (*)
BERITA13/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Nganjuk serahkan Santunan Kematian BPJS  ketenagakerjaan senilai Rp. 42Juta
BAZNAS Nganjuk serahkan Santunan Kematian BPJS  ketenagakerjaan senilai Rp. 42Juta
Nganjuk, 6 November 2024. BAZNAS Kabupaten Nganjuk Menyerahkan Klaim Asuransi BPJS Ketenagakerjaan kepada salah satu keluarga Marbot Masjid. Acara tersebut bersamaan dengan penyerahan bantuan kepada 300 penerima dalam berbagai Program. Bantuan terdiri dari Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), premi pembayaran BPJS Ketenagakerjaan untuk Marbot Masjid, dan bantuan jamban sehat kepada masyarakat yang membutuhkan. Acara di Pendopo Kabupaten Nganjuk ini dihadiri Forkopimda dan dan Asisten Pemerintah dan Kesehatan Samsul Huda yang mewakili PJ Bupati Nganjuk. Samsul Huda, mewakili PJ Bupati Nganjuk, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap program-program BAZNAS yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Program yang dilaksanakan BAZNAS ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Bantuan seperti ini sangat berarti untuk meningkatkan kualitas hidup warga Nganjuk," katanya. Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung dan mengoptimalkan bantuan sosial yang ada agar dapat menjangkau lebih banyak lagi warga yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. Zainal Arifin, dalam sambutannya mengungkapkan sekitar 300 penerima bantuan program BAZNAS merupakan salah satu program Distribusi skala besar yang di gelar selama tahun 2024, " Program-program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih," ujarnya. Zainal juga menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas dan jumlah bantuan yang disalurkan demi kesejahteraan umat. Lebih lanjut, Dr. Zainal Arifin menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus memperluas cakupan bantuan dan memastikan bahwa program-program yang ada dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. "Kami akan terus berupaya agar lebih banyak masyarakat yang terbantu, dan program-program ini akan terus dikembangkan untuk menciptakan dampak yang lebih luas," tambahnya. Selain itu, Zainal juga mengungkapkan bahwa bantuan rumah tidak layak huni, BPJS Naker, dan jamban sehat bukan hanya sekedar pemberian materi, tetapi juga bentuk perhatian kepada warga yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. "Dengan adanya rumah yang lebih layak, jaminan sosial untuk ketenagakerjaan bagi Marbot masjid dan fasilitas jamban yang lebih baik, kami berharap kualitas hidup masyarakat dapat meningkat," katanya. Acara penyerahan bantuan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program sosial yang ada, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan lembaga sosial dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sejahtera. " Khusus para ASN di kabupaten Nganjuk kami berharap besar dari Pak Asisten dan Pak Sekda bisa mensuport lebih maksimal " Pungkasnya. (ro/red/humas)
BERITA06/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS  Salurkan Bantuan 40 rumah layak huni, BPJS ketenagakerjaan marbot masjid , dan Jamban sehat
BAZNAS Salurkan Bantuan 40 rumah layak huni, BPJS ketenagakerjaan marbot masjid , dan Jamban sehat
Nganjuk, 6 November 2024. BAZNAS Kabupaten Nganjuk Menyerahkan Klaim Asuransi BPJS Ketenagakerjaan kepada salah satu keluarga Marbot Masjid. Acara tersebut bersamaan dengan penyerahan bantuan kepada 300 penerima dalam berbagai Program. Bantuan terdiri dari Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), premi pembayaran BPJS Ketenagakerjaan untuk Marbot Masjid, dan bantuan jamban sehat kepada masyarakat yang membutuhkan. Acara di Pendopo Kabupaten Nganjuk ini dihadiri Forkopimda dan dan Asisten Pemerintah dan Kesehatan Samsul Huda yang mewakili PJ Bupati Nganjuk. Samsul Huda, mewakili PJ Bupati Nganjuk, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap program-program BAZNAS yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Program yang dilaksanakan BAZNAS ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Bantuan seperti ini sangat berarti untuk meningkatkan kualitas hidup warga Nganjuk," katanya. Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung dan mengoptimalkan bantuan sosial yang ada agar dapat menjangkau lebih banyak lagi warga yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. Zainal Arifin, dalam sambutannya mengungkapkan sekitar 300 penerima bantuan program BAZNAS merupakan salah satu program Distribusi skala besar yang di gelar selama tahun 2024, " Program-program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih," ujarnya. Zainal juga menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas dan jumlah bantuan yang disalurkan demi kesejahteraan umat. Lebih lanjut, Dr. Zainal Arifin menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus memperluas cakupan bantuan dan memastikan bahwa program-program yang ada dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. "Kami akan terus berupaya agar lebih banyak masyarakat yang terbantu, dan program-program ini akan terus dikembangkan untuk menciptakan dampak yang lebih luas," tambahnya. Selain itu, Zainal juga mengungkapkan bahwa bantuan rumah tidak layak huni, BPJS Naker, dan jamban sehat bukan hanya sekedar pemberian materi, tetapi juga bentuk perhatian kepada warga yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. "Dengan adanya rumah yang lebih layak, jaminan sosial untuk ketenagakerjaan bagi Marbot masjid dan fasilitas jamban yang lebih baik, kami berharap kualitas hidup masyarakat dapat meningkat," katanya. Acara penyerahan bantuan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program sosial yang ada, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan lembaga sosial dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sejahtera. " Khusus para ASN di kabupaten Nganjuk kami berharap besar dari Pak Asisten dan Pak Sekda bisa mensuport lebih maksimal " Pungkasnya. (ro/red/humas)
BERITA06/11/2024 | Red/Humas
Baznas Nganjuk  Sukses Salurkan Bantuan: RTLH, Jamban, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk Mustahik
Baznas Nganjuk  Sukses Salurkan Bantuan: RTLH, Jamban, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk Mustahik
Suasana penuh haru dan syukur menyelimuti Pendopo Kabupaten Nganjuk hari ini. BAZNAS Kabupaten Nganjuk sukses menggelar acara penyerahan bantuan bagi mustahik, merupakan bukti nyata dari komitmen BAZNAS dalam membangun Nganjuk yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Acara yang dihadiri oleh Forkopimda, para pejabat terkait, serta para dermawan ini menjadi momen istimewa dimana BAZNAS Nganjuk, di bawah kepemimpinan Bapak Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I., menyerahkan bantuan berupa: - RTLH: 44 unit, meringankan beban warga yang tinggal di rumah tidak layak huni. - Jamban: 20 titik, meningkatkan kesehatan dan kebersihan bagi masyarakat. - BPJS Ketenagakerjaan: 310 marbot (2 meninggal dunia), memberikan jaminan ketenagakerjaan dan kesejahteraan bagi para marbot. - Beasiswa: 120 pelajar (SD-SLTA) dan 10 mahasiswa, menghilangkan beban biaya pendidikan bagi generasi muda. - Sebatang Kara: 44 paket, merupakan bantuan sembako bagi warga yang membutuhkan. - Guru Ngaji: 71 orang dan Santri: 62 orang, mendukung pelestarian nilai-nilai agama dan pendidikan. - Pembinaan Mualaf: 27 orang, membantu para mualaf untuk lebih memahami Islam. - Gebyar Yatim Ceria Bulan Muharram: 1.000 anak yatim, menebarkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Pj. Bupati Nganjuk yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Bapak H. Syamsul Huda, S.H., M.H., dalam sambutannya mengapresiasi BAZNAS Nganjuk atas dedikasi dan kinerjanya. "Program ini adalah bukti nyata semangat 'Nganjuk Taqwa dan Peduli', membuktikan bahwa zakat bisa menjadi solusi nyata bagi permasalahan sosial," ujar beliau. Bapak Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk dalam laporannya menyampaikan bahwa target pengumpulan ZIS tahun ini adalah Rp 6,4 milyar. Walaupun belum tercapai, BAZNAS Nganjuk terus berkomitmen untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan terus meningkatkan kepercayaan publik dengan slogan "BAZNAS APIK" (Amanah, Profesional, Integritas, dan Akuntabel).
BERITA06/11/2024 | Red/Humas
GELAR LEBARAN YATIM, BAZNAS NGANJUK SERAHKAN KUNCI RUMAH, GEROBAK DAN PREMI BPJS
GELAR LEBARAN YATIM, BAZNAS NGANJUK SERAHKAN KUNCI RUMAH, GEROBAK DAN PREMI BPJS
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk menggelar Acara Lebaran 1000 Yatim di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Acara ini di hadiri langsung Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna S. TP., M. Si. dan Wakil Ketua Baznas Propinsi Jawa Timur Dr. Muhammad Zaki M. Si. (Jum'at, 26/07/2024). Selain menyerahkan bingkisan Kepada Anak yatim, Baznas juga membagikan sejumlah Kunci rumah, paket premi BPJS ketenagakerjaan dan Rombong untuk pelaku Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM). Wakil ketua 3 Baznas Propinsi Jawa Timur Dr Muhammad Zaki, M. Si mengapresiasi kerja keras Baznas Nganjuk sehingga mampu menghimpun dan menyalurkan ZIS untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat lebih luas meski usianya belum genap setahun. Lebih lanjut, Zaki menilai kinerja Baznas Nganjuk termasuk kategori andalan dan mampu melakukan kerja cerdas, Kolaborasi dan sinergi dengan semua stake holder," melihat progress hari ini saya yakin Baznas Nganjuk mampu bekerja da InsyaAllah Baznas Jatim akan menambah banyak program seperti pendidikan, bantuan rumah layak huni dan peternakan " tegasnya. Pj. Bupati Kabupaten Nganjuk Sri Handoko, mengapresiasi kerja-kerja Baznas dalam melayani Masyarakat, Kolaborasi dalam membantu program pemerintah khususnya dalam menurunkan angka kemiskinan extrem dan stunting, " Trima kasih Baznas atas sinergi dan komitmennya membantu pemerintah selama ini" tegas Handoko. Lebih lanjut, Ia berjanji akan turut mensuport Baznas dalam mencapai target pengumpulan seperti ketentuan dari Baznas Pusat, " InsyaAllah kami akan mensuport agar target 6,2 M tercapai, khusus OPD pendidikan dan Kesehatan yang menaungi ASN dengan jumlah besar mohon bisa dimaksimalkan " pungkasnya. Ketua BaznasBaznas Kabupaten Nganjuk DrmZainal Arifin, M. Pd dalam sambutan menjelaskan lembaga yang dipimpin nya telah merealisasika sejumlah dalam rangka untuk menurunkan angka Kemiskinan Extrem dan stunting." Alhamdulilah dapat kami laporkan kepada pak PJ Bupati, tahun ini Kami telah menyalurkan senilai Rp 689 juta dalam bentuk 27 unit rumah layak huni" tegasnya. Lebih lanjut Ia menambahkan, selain itu Baznas juga membagikan paket BPJS Ketenagakerjaan Marbot Masjid dan penyerahan bantuan Rombong bagi pelaku usaha mikro" kami targetkan seribu Masjid, untuk tahab pertama ini 200 Masjid dan juga kami bagikan bantuan rbong untuk pengusaha rumahan " Imbuhnya. Selain program diatas, Baznas menurut Zainal juga telah menyakurkam berbagai program bantuan Pendidikan, Kesehatan dan layanan dakwah dan panduan Ibadah bagi Muallaf" Alhamdulillah berkat suport berbagai pihak Baznas dapat menyalurkan Donasi Zakat Infaq dan Sodaqoh yang kami himpun dari ASN untuk masyarakat yang lebih luas " Pungkasnya. Diketahui, Basnas Nganjuk pada tahun 2024 telah menyalurkan Donasi ZIS kepada 8 asnaf untuk sejumlah Program, untuk Program Nganjuk Peduli senilai Rp. 838 juta dalam bentuk bedah Rumah Layak Huni (Rutilahu), santunan Yatim Dhuafa dan Disabilitas. Berikutnya untuk program Nganjuk sehat senilai Rp. 57 juta yang disalurkan melalui program penurunan stunting dan Ibu hamil serta bantuan Kaki Palsu. Program Nganjuk makmur telah tersalurkan senilai Rp. 48juta dalam bentuk Modal Usaha dan peralatan pelatihan. pelatihan ketrampilan ini berupa pelatihan Potong rambut/ barbershop dan kecantikan. Sedangkan Untuk program Nganjuk Taqwa senilai Rp. 57, 3Juta. disalurkan alam bentuk Insentif Guru Ngaji, Pembinaan Muallaf dan Premi BPJS Ketenagakerjaan Marbot Masjid.
BERITA26/07/2024 | Humas
BAZNAS KABUPATEN NGANJUK MENYANTUNI DHUAFA’ PERTUNI (PERSATUAN TUNA NETRA INDONESIA) KABUPATEN NGANJUK DI BULAN MUHARRAM 1446 H
BAZNAS KABUPATEN NGANJUK MENYANTUNI DHUAFA’ PERTUNI (PERSATUAN TUNA NETRA INDONESIA) KABUPATEN NGANJUK DI BULAN MUHARRAM 1446 H
Memperingati bulan Muharram, BAZNAS Kabupaten menggelar acara santunan untuk Dhuafa’ PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Nganjuk di KRT. Sosrokoesoemo Pemkab Nganjuk, Selasa (16/7/2024). Pada Acara silaturahim dan santunan Dhuafa’ PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Nganjuk, BAZNAS Kabupaten Nganjuk memberi santunan berupa paket sembako dan uang saku sebesar Rp 100.000. Acara tersebut berlangsung dengan penuh hangat selain itu juga memberikan kebahagiaan kepada penerimanya, PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Nganjuk yang hadir sangat antusias dan gembira menerima bantuan tersebut. Dengan adanya silaturahmi dan santunan kepada Dhuafa’ PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Nganjuk semoga dapat meningkatkan empati pada masyarakat setempat agar bisa menyalurkan bantuannya untuk Dhuafa’ yang membutuhkan di BAZNAS Kabupaten Nganjuk.
BERITA16/07/2024 | Humas
BAZNAS Nganjuk Menjadi Narasumber dalam Pembekalan Praktik Pengelolaan Ziswaf IAIN Kediri
BAZNAS Nganjuk Menjadi Narasumber dalam Pembekalan Praktik Pengelolaan Ziswaf IAIN Kediri
Baznas Kabupaten Nganjuk menjadi narasumber dalam kegiatan pembekalan PPZ (Praktik Pengelolaan Ziswaf). Pada hari Rabu, 10 Januari 2024 ketua Baznas Kab. Nganjuk, Bapak Zainal Arifin diminta untuk menjadi narasumber pembekalan PPZ program studi Perbankan Syariah IAIN Kediri. Alhamdulillah segala kegiatan dalam acara tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.
BERITA20/02/2024 | Ahmad Dain Arif
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat