WhatsApp Icon
Wujudkan Hunian Layak, BAZNAS dan Dinas PRKPP Kabupaten Nganjuk Tasyarufkan Bantuan RTLH di Desa Kampungbaru

NGANJUK — Komitmen untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat terus ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk. Bekerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Nganjuk, BAZNAS menyerahkan bantuan sosial Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Anjarwati, warga Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom, pada Rabu (12/8/2026). Penyerahan bantuan senilai Rp 20 juta tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., bersama Kepala Dinas PRKPP Kabupaten Nganjuk, Mashudi Nurul Huda, S.STP., M.M. Kehadiran jajaran pimpinan ini disambut hangat oleh penerima manfaat beserta tokoh masyarakat setempat. Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, menyampaikan bahwa penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui program RTLH ini merupakan bentuk kepedulian nyata muzaki di Kabupaten Nganjuk. Bantuan ini diharapkan dapat memicu semangat gotong royong warga sekitar dalam proses pembangunan rumah Ibu Anjarwati. "Penyaluran bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang kami wujudkan dalam bentuk hunian yang aman dan nyaman. Kami berharap bantuan sebesar 20 juta rupiah ini dapat memberikan kebahagiaan serta meningkatkan taraf hidup keluarga Ibu Anjarwati," ujar Zainal Arifin di lokasi kegiatan. Sementara itu, Kepala Dinas PRKPP Kabupaten Nganjuk, Mashudi Nurul Huda, mengapresiasi sinergi yang terjalin erat antara pemerintah daerah dan BAZNAS. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat efektif untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di kawasan Kabupaten Nganjuk. Raut keharuan dan kebahagiaan tampak jelas dari wajah Anjarwati saat menerima bantuan secara simbolis. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS, Dinas PRKPP, serta seluruh pihak yang telah peduli terhadap kondisi tempat tinggalnya. Program kolaboratif ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dan lembaga amil zakat di tengah masyarakat yang membutuhkan. #BAZNASNganjukAPIK #RumahLayakHuni #KecamatanTanjunganom #Nganjuk #BAZNAS

13/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Puncak HUT IJTI Ke 28: Sinergi Ketua BAZNAS & Bupati Nganjuk Jadi Inspirasi Profesionalisme dan Kepedulian

NGANJUK – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pokja Nganjuk mencapai puncaknya pada Minggu, 9 Agustus 2026, Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A. serta Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I. Kehadiran dua tokoh sentral pembangunan di Nganjuk ini menegaskan bahwa peran jurnalis tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi, tetapi juga sebagai pilar penting dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, dan kepedulian sosial di masyarakat. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua IJTI Pokja Nganjuk Sofian Hanafi, seluruh anggota IJTI Pokja Nganjuk, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk yang memberikan dukungan penuh terhadap eksistensi pers lokal. Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Kang Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi tinggi kepada IJTI atas kontribusinya dalam mengawal program-program pemerintah daerah. Beliau menekankan bahwa profesionalisme jurnalis adalah kunci terciptanya ekosistem demokrasi yang sehat dan pembangunan yang tepat sasaran. Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk Zainal Arifin, menyoroti aspek kepedulian sosial sebagai nilai tambah dari profesi jurnalis. Beliau mengajak para insan pers untuk tidak hanya meliput peristiwa, tetapi juga ikut menggerakkan filantropi Islam melalui literasi zakat yang mereka sebarkan. Acara puncak HUT IJTI ini juga diisi dengan berbagai kegiatan positif, termasuk penyerahan penghargaan kepada jurnalis berprestasi, serta aksi sosial berupa penyaluran bantuan kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi acara. Kehadiran jajaran Forkopimda semakin memperkuat pesan bahwa keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab bersama yang didukung oleh kebebasan pers yang bertanggung jawab. Melalui momentum HUT IJTI kali ini, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk, BAZNAS, dan organisasi pers diharapkan dapat terus tumbuh dan melahirkan karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif bagi kemajuan daerah kesejahteraan umat. #BAZNASNganjukAPIK #HUTIJTI #Bantuansosial #Nganjuk #BAZN

10/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
BAZNAS Bersama Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk Tasyarufkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Ngadipiro

NGADIPIRO, WILANGAN – Dalam upaya nyata mewujudkan hunian layak bagi keluarga prasejahtera sekaligus mendukung ketahanan keluarga, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk menggelar acara serah terima bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan pada Kamis, 06 Agustus 2026, bertempat di Desa Ngadipiro, Kecamatan Wilangan. Acara dipimpin langsung oleh dua pimpinan kunci, yaitu Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I. dan Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk Dra. Asti Widyartini, M.Si. Kehadiran simultan dari lembaga zakat dan dinas teknis kependudukan ini menegaskan bahwa perbaikan rumah bukan sekadar urusan fisik bangunan, melainkan bagian integral dari program penguatan kualitas hidup dan ketahanan keluarga (family resilience). Turut hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Kecamatan Wilangan serta Perangkat Desa Ngadipiro, yang menjadi saksi nyata bergulirnya bantuan bagi warga setempat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I. menyampaikan bahwa bantuan RTLH ini merupakan wujud amanah dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat Nganjuk yang dikelola secara profesional. Beliau menekankan bahwa rumah yang layak huni adalah fondasi utama bagi terbentuknya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Penyerahan bantuan secara simbolis ditandai dengan penyerahan kunci rumah atau plakat kepada perwakilan penerima manfaat di Desa Ngadipiro. Wajah haru dan senyum lega terpancar dari para mustahik yang kini memiliki harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.

Melalui kolaborasi solid antara BAZNAS, Dinas PPKB, Pemerintah Kecamatan, dan Desa, program RTLH di Kecamatan Wilangan ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi desa-desa lain. Sinergi kebaikan ini membuktikan bahwa ketika semua pihak bergerak satu arah, mimpi memiliki rumah layak huni bagi warga kurang mampu bukanlah hal yang mustahil, melainkan kenyataan yang sedang diwujudkan bersama.

#BAZNASNganjukApik #DinasPPKB #RumahLayakHuni #Nganjuk #BAZNAS

07/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Survei Calon Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni BAZNAS Kabupaten Nganjuk di Desa Macanan

NGANJUK – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk untuk menyalurkan bantuan secara tepat sasaran kembali dibuktikan melalui kegiatan survei langsung ke lokasi calon penerima manfaat program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 04 Agustus 2026, ini bertempat di Desa Macanan, dengan objek survei utama berupa rumah milik Bapak Kaswadi. Rombongan survei dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Nganjuk Muh. Roissudin, M.Pd. dan Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Nganjuk Ahmad Dain Arif, S.Pd. Kehadiran dua pimpinan kunci ini menegaskan bahwa setiap usulan bantuan RTLH tidak hanya didasarkan pada dokumen administratif, tetapi juga melalui observasi fisik dan kondisi sosial-ekonomi yang nyata di lapangan. Dalam kegiatan ini, tim BAZNAS juga didampingi oleh perangkat Desa Macanan untuk memastikan validitas data kependudukan dan status kepemilikan lahan. Rumah Bapak Kaswadi menjadi fokus penilaian karena kondisinya yang memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan penghuni. Tim survei melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur bangunan, mulai dari fondasi, dinding, atap, hingga sistem sanitasi dan ventilasi udara. "Prinsip kami adalah 'Tepat Sasaran, Tepat Manfaat'. Kami turun langsung ke sini bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk memahami kebutuhan riil Bapak Kaswadi. Apakah atapnya perlu diganti total? Apakah dindingnya butuh perkuatan? Data dari survei inilah yang akan menjadi dasar perhitungan anggaran bantuan agar renovasi bisa tuntas dan berkualitas," Jelas Bapak Muh. Roissudin. Setelah survei selesai, data yang diperoleh akan dibawa ke kantor pusat BAZNAS Kabupaten Nganjuk untuk dibahas dalam rapat pleno penetapan penerima manfaat. Jika disetujui, rencana teknis renovasi akan segera disusun untuk memastikan standar kelayakan huni terpenuhi. Melalui langkah-langkah verifikasi yang ketat dan humanis seperti di Desa Macanan ini, BAZNAS Kabupaten Nganjuk terus berupaya mewujudkan hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi warga kurang mampu, sebagai wujud nyata kepedulian umat terhadap sesama. #BAZNASNganjukAPIK #RumahTidakLayakHuni #DesaMacanan #Nganjuk #BAZNAS

05/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Survei Calon Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni BAZNAS Kabupaten Nganjuk di Desa Tempelwetan

NGANJUK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk terus mengukuhkan komitmennya dalam mendukung pengetasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah Kabupaten Nganjuk. Sebagai bagian dari implementasi program penataan hunian layak, BAZNAS Kabupaten Nganjuk melaksanakan survei dan verifikasi lapangan bagi calon penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Tempelwetan pada Selasa (04/08/2026). Kegiatan survei lapangan ini dipimpin secara langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Muh. Roissudin, M.Pd., didampingi oleh Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Ahmad Dain Arif, S.Pd. Pelaksanaan verifikasi ini turut dihadiri dan didampingi oleh jajaran Perangkat Desa Tempelwetan guna mengawal keabsahan data administrasi serta kondisi riil calon penerima di lapangan. Peninjauan kelayakan secara menyeluruh berfokus pada kediaman Bapak Didik Hantoro, salah satu warga Desa Tempelwetan yang terdaftar dalam usulan penerima program RTLH. Tim penilai BAZNAS melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi fisik bangunan, mencakup tingkat kelayakan struktur atap, dinding, lantai, ketersediaan pencahayaan alami, hingga kelayakan sarana sanitasi dasar. "Survei kelayakan ini merupakan tahap krusial untuk memastikan bahwa pengelolaan dan penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari para muzaki dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan," ujar Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Muh. Roissudin, M.Pd. Peninjauan mendalam dilakukan mulai dari ketahanan struktur bangunan hingga kebersihan sanitasi. Langkah ini diambil agar penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzaki benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Melalui langkah-langkah verifikasi yang ketat dan humanis seperti di Desa Tempelwetan ini, BAZNAS Kabupaten Nganjuk terus berkomitmen mewujudkan mimpi memiliki rumah layak huni bagi warga kurang mampu, sebagai wujud nyata keberkahan zakat bagi umat. #BAZNASNganjukAPIK #RumahTidakLayakHuni #DesaTempelwetan #Nganjuk #BAZNAS

05/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Nganjuk

Berita Terbaru

Mengawali hari dengan penuh berkah!
Mengawali hari dengan penuh berkah!
Mengawali hari dengan penuh berkah! Setiap Senin pagi, BAZNAS Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan doa dan tahlil bersama, dihadiri oleh para pimpinan dan staf. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengucap syukur atas nikmat yang telah diterima, memohon petunjuk dan kekuatan dalam menjalankan tugas, serta mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan dan keharmonisan dalam bekerja. Melalui doa dan tahlil bersama, BAZNAS Kabupaten Nganjuk berharap dapat mendapatkan berkah, kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah untuk menolong sesama melalui program-program yang dijalankan. Senin, 25 November 2024
BERITA25/11/2024 | Red/Humas
Desa Mancon, Kecamatan Wilangan Siap menjadi pelopor dalam melaksanakan program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa.
Desa Mancon, Kecamatan Wilangan Siap menjadi pelopor dalam melaksanakan program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa.
Desa Mancon, Kecamatan Wilangan akan menjadi pelopor dalam melaksanakan program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa. Program ini didukung penuh oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) langsung dari masyarakat desa. Program UPZ Desa bertujuan untuk: 1. Mengoptimalkan potensi zakat yang ada di masyarakat. 2. Membantu menanggulangi kemiskinan secara lebih efektif. 3. Memberikan rekomendasi calon mustahik yang lebih tepat sasaran kepada BAZNAS. Program Desa Mancon akan dijadikan percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk untuk menerapkan program serupa. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
BERITA22/11/2024 | Red/Humas
Bantuan RTLH Rp. 20 Juta untuk Bapak Arif Nur Eksan Desa Banjardowo dari BAZNAS Kabupaten Nganjuk
Bantuan RTLH Rp. 20 Juta untuk Bapak Arif Nur Eksan Desa Banjardowo dari BAZNAS Kabupaten Nganjuk
Alhamdulillah, kabar baik untuk masyarakat Desa Banjardowo, Kecamatan Lengkong. Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp. 20 juta telah diserahkan kepada Bapak Arif Nur Eksan. Bantuan ini diberikan melalui Kepala Desa Bapak Agus Sudiono dan secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I pada kamis, 21 November 2024. Program RTLH ini adalah bentuk komitmen BAZNAS untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan hunian yang lebih layak dan nyaman. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi keluarga penerima.
BERITA21/11/2024 | Red/Humas
Penyerahan Bantuan RTLH 52,5 Juta untuk 3 Warga Ngadirejo Melalui Kepala Desa
Penyerahan Bantuan RTLH 52,5 Juta untuk 3 Warga Ngadirejo Melalui Kepala Desa
Alhamdulillah, bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah disalurkan kepada : 1. Bapak Ramelan Rp. 20.000.000,- 2. Bapak Suyanto Rp. 20.000.000,- 3.Bapak Rasiman Rp. 12.500.000,- Penyerahan bantuan ini melalui Kepala Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya program ini. Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi keluarga penerima. Diserahkan pada: Rabu, 20 November 2024
BERITA21/11/2024 | Red/Humas
Bantuan Jamban untuk 7 Mustahik di Kecamatan Ngronggot
Bantuan Jamban untuk 7 Mustahik di Kecamatan Ngronggot
Bantuan Jamban untuk 7 Mustahik di Kecamatan Ngronggot Melalui kerja sama Lembaga Lazisnu dan Penyuluh Agama Kabupaten Nganjuk, bantuan jamban diberikan kepada 7 mustahik di Kecamatan Ngronggot. Bantuan ini bertujuan meningkatkan akses sanitasi dan mendukung kesehatan lingkungan masyarakat. Para penerima manfaat adalah: 1. Sihabudin - Dusun/Desa Mojokendil 2. Umar Wahyudi - Desa Ngronggot 3. Pirdoko - Dusun Panjen, Desa Cengkok 4. Ibu Semi - Dusun/Desa Trayang 5. Sunarti - Dusun/Desa Banjarsari 6. M. Wahidin Dhanur - Dusun Sekaran, Desa Kelutan 7. Bibit - Dusun Suruh, Desa Juwet Program ini disalurkan sebagai wujud kepedulian untuk mendukung kesejahteraan masyarakat prasejahtera di wilayah tersebut. Harapannya, bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pola hidup sehat.
BERITA20/11/2024 | Red/Humas
Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Mbah Paikem
Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Mbah Paikem
Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Mbah Paikem Melalui perwakilan Kepala Dusun Balongrejo, bantuan RTLH telah diberikan untuk Mbah Paikem. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dengan memperbaiki atau membangun rumah yang layak huni bagi keluarga prasejahtera di Dusun Balongrejo, Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang. Bantuan ini mencerminkan perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap kebutuhan dasar warga, terutama kelompok lansia dan kurang mampu, agar memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman (layak). Proses ini melibatkan koordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan transparansi dan tepat sasaran.
BERITA20/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Bantu Ibu Sainah di Dusun Manggarejo dengan Jamban Sehat untuk Kesehatan Lingkungan
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Bantu Ibu Sainah di Dusun Manggarejo dengan Jamban Sehat untuk Kesehatan Lingkungan
BAZNAS Kabupaten Nganjuk kembali memperlihatkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kali ini, bantuan berupa jamban sehat diberikan kepada Ibu Sainah, seorang warga Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan. Program ini bertujuan untuk memperbaiki sanitasi rumah tangga serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Bantuan jamban sehat ini diharapkan dapat memberikan Ibu Sainah dan keluarganya fasilitas sanitasi yang memadai, mengurangi potensi penyebaran penyakit akibat sanitasi yang buruk. BAZNAS Kabupaten Nganjuk mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam mendukung program-program yang memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, melalui zakat, infak, dan sedekah.
BERITA19/11/2024 | Red/Humas
Optimalisasi Dakwah Digital di Nganjuk: Menebar Kebaikan Lewat Jari Jemari
Optimalisasi Dakwah Digital di Nganjuk: Menebar Kebaikan Lewat Jari Jemari
Di Era Pesatnya Digital Ini Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nganjuk menggelar workshop "Optimalisasi Dakwah Digital" pada 19 November 2024. Acara ini dibuka langsung oleh KH. Ali Mustofa selaku ketua MUI Kabupaten Nganjuk dan dihadiri oleh 40 peserta dari berbagai organisasi keagamaan, termasuk NU dan Muhammadiyah, MUI Kecamatan dan BAZNAS Kabupaten Nganjuk juga ikut berpartisipasi dalam acara ini, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan dakwah digital di wilayah Nganjuk khususnya media Baznas Kab. Nganjuk. "Sebelum membuat sebuah jurnalis Kita harus memahami dasar-dasar jurnalistik meliputi : MEMAHAMI 5W 1H, ANGEL BERITA, PRINSIP SEGITIGA TERBALIK, DAN PEMILIHAN JUDUL" Ujar Muhammad Roisudin, salah satu pemateri pada acara tersebut. Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan transformasi dakwah digital di kabupaten Nganjuk, sehingga dakwah digital dapat menjangkau lebih banyak umat dan menebar banyak kemanfaatan. Acara ini diselenggarakan di Aula Kemenag Kabupaten Nganjuk pada : Selasa, 19 November 2024.
BERITA19/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Istiqomah Melakukan Kegiatan Rutinan: Doa dan Tahlil Bersama
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Istiqomah Melakukan Kegiatan Rutinan: Doa dan Tahlil Bersama
Pada hari Senin, 18 November 2024, BAZNAS Kabupaten Nganjuk kembali menggelar kegiatan rutinnya, yaitu Doa dan Tahlil Bersama. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I, dan berlangsung khidmat di kantor BAZNAS Nganjuk dengan dihadiri oleh seluruh pimpinan dan staf. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat spiritualitas dan kebersamaan di lingkungan BAZNAS. Selain sebagai bentuk syukur atas berbagai keberkahan yang telah diterima, doa dan tahlil bersama juga ditujukan untuk mendoakan kelancaran program-program BAZNAS dalam membantu masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi dan sosial, tetapi juga menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai pondasi utama dalam setiap langkah pelayanan kepada umat.
BERITA18/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Wujudkan Hidup Sehat dengan Bantuan Jamban untuk Ibu Bibit di Desa Juwet
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Wujudkan Hidup Sehat dengan Bantuan Jamban untuk Ibu Bibit di Desa Juwet
Baznas Kabupaten Nganjuk terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kali ini, bantuan berupa jamban sehat diberikan kepada Ibu Bibit, warga Desa Juwet, Kecamatan Ngronggot. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi rumah tangga, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu Ibu Bibit dan keluarganya memiliki fasilitas sanitasi yang layak, sehingga dapat mencegah berbagai risiko penyakit yang disebabkan oleh kurangnya akses ke jamban sehat. Baznas Kabupaten Nganjuk mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program yang memberikan dampak langsung bagi mereka yang membutuhkan, baik melalui zakat, infak, maupun sedekah. “Zakat Anda, kesejahteraan kita semua.” Kontak Informasi & Layanan: ----------- IG Official : @baznaskab.nganjuk Website : Https://kabnganjuk.baznas.go.id Alamat Kantor : Jl. Kyai H. Agus Salim No.2, Kauman, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64411
BERITA15/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS RI Pusat Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 100 Juta untuk 4 Rumah Melalui Baznas Kab. Nganjuk
BAZNAS RI Pusat Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 100 Juta untuk 4 Rumah Melalui Baznas Kab. Nganjuk
Alhamdulillah, BAZNAS RI menyalurkan bantuan RTLH melalui BAZNAS Kabupaten Nganjuk mengenai bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 4 keluarga di Kabupaten Nganjuk yang diberikan secara simbolis oleh Dra. Hj. Suraya Khusnaniyati, M.HI. sebagai Wakil Ketua 2 kemudian bantuan tersebut diberikan kepada: Faujan (Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek) Luluk Anifah (Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang) Perwakilan Mbah Sanem (Desa Gebangkerep, Kecamatan Baron) Yuana S. (Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek) Masing-Masing 25 Juta Per Rumah. Adapun penerima bantuan didampingi oleh Bapak/Ibu Kepala Desa masing-masing. Bantuan ini diberikan dalam bentuk saldo rekening bank untuk memudahkan transaksi dan memenuhi kebutuhan renovasi rumah serta Rumah yang Direnovasi sesuai Kriteria dari BAZNAS RI yang sudah dimusyawarahkan saat acara penyerahan bantuan tersebut. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi para penerima dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Penyerahan bantuan dilakukan pada tanggal 14 November 2024 di Aula Baznas Kab. Nganjuk. Kontak Informasi & Layanan: ----------- WhatsApp I :0812-5901-7615 (Pak Rois) WhatsApp II :0812-3370-9807 (Pak Dain) IG Official : @baznaskab.nganjuk Website : Https://kabnganjuk.baznas.go.id Alamat Kantor : Jl. Kyai H. Agus Salim No.2, Kauman, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64411 Hashtag: ----------- #BAZNASNganjuk #ZakatNganjuk #InfaqNganjuk #SedekahNganjuk #NganjukSejahtera #NganjukPeduli #Fyp #LembagaZakat #AmalJariyah #BerbagiKebahagiaan #PeduliSesama #BaznasNganjukApik
BERITA14/11/2024 | Red/Humas
Bu Sriatun kini Bahagia Terima bantuan Rumah dari BAZNAS
Bu Sriatun kini Bahagia Terima bantuan Rumah dari BAZNAS
Nganjuk – 14 November 2024. Di tengah gemerlapnya kota, tersembunyi kisah haru di sebuah Desa di Ngronggot. Sriatun (65) seorang wanita yang di tinggal si Desa Cengkok kecamatan Ngtonggot. selama bertahun-tahun harus bertahan hidup di sebuah rumah tua yang sudah tidak layak huni. Rumah tersebut sering bocor saat hujan dan membuatnya terpaksa hidup dalam kondisi serba terbatas. Kini bu Sriatun bisa tersenyum, kehidupannya telah berubah berkat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk. Melalui program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BAZNAS Nganjuk memberikan bantuan untuk merenovasi rumah Sriatun. Proses renovasi rumah yang dulunya rapuh dan bocor kini telah selesai, memberikan harapan baru bagi Sriatun untuk menjalani hidup dengan lebih tenang dan nyaman. “Riyen nek jawah bocor mboten saget tilem sak niki kulo tenang ( Dulu, setiap hujan turun, saya selalu khawatir rumah saya bocor dan membuat saya tak bisa tidur dengan nyenyak. Tapi sekarang, setelah rumah saya direnovasi, saya bisa tidur dengan lebih tenang,” ungkap Sriatun dengan wajah penuh syukur. Proses renovasi rumah Sriatun tidak berjalan sendiri. Melalui semangat gotong royong, masyarakat setempat dan para relawan ikut bergabung dalam program RTLH ini, memberikan bantuan tenaga dan dukungan untuk memastikan rumah Sriatun kembali layak huni. Program RTLH yang digagas oleh BAZNAS Kabupaten Nganjuk ini tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa renovasi rumah, tetapi juga membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga yang menerima bantuan. BAZNAS berharap, dengan adanya bantuan rumah yang layak huni, para penerima dapat hidup dengan lebih baik dan bisa beraktivitas tanpa kekhawatiran terhadap kondisi tempat tinggal mereka. Kisah Sriatun adalah salah satu contoh dari banyaknya warga kurang mampu yang merasakan manfaat dari program RTLH. Ke depan, BAZNAS Nganjuk berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini agar semakin banyak rumah-rumah tidak layak huni dapat diperbaiki, memberikan rasa aman dan nyaman bagi penerima bantuan. Dengan bantuan ini, Sriatun kini bisa menikmati kehidupan yang lebih normal, tanpa lagi khawatir rumahnya bocor saat hujan. Semoga cerita haru ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus berbagi dan membantu sesama.
BERITA14/11/2024 | Red/Humas
Ulama Harus Memberikan Teladan Berzakat
Ulama Harus Memberikan Teladan Berzakat
Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Ali Maschan Musa mengajak para tokoh Ulama memberikan teladan kepada masyarakat tentang membayar zakat, Infaq dan sedekah kepada lembaga zakat yang ada. Menurutnya mimbar Ulama dan kyai lebih mudah untuk menyampaikan dan sekaligus memberikan contoh berzakat "Ulama harus memberi contoh lebih dulu, jangan Haji umroh tiap tahun tapi banyak Dhuafa diabaikan jangan " Demikian ucapn Ketua BAZNAS propinsi Jawa Timur Prof Ali Maschan Moesa dalam Forum yang di gelar oleh Kemenag RI di Surabaya, (Rabu, 06/10/24). Lebih lanjut, Mantan Ketua PWNU Jawa Timur ini menambahkan, Para Tokoh Agama, Ulama jangan hanya menjadi Orang "Sholeh" untuk dirinya sendiri tetapi melupakan Orang-orang disekelilingnya, Orang (Ulama) Model begini justru diancam oleh Rosulullah " Itukan diancam Rosulullah, ada Sahabat yang lapor ada Muslim rajin beribadah siang malam tapi abai dengan tetangga, " Tegasnya Sambil mengutip sebuah hadist terkait. Karenanya menurut guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sebagai Muslim harus mampu menebarkan manfaat bagi Orang lain, sebagai bentuk Kesholehan Sosial terhadap lingkungan" Ya para Kyai Jangan cuma pinter Perintah tapi dirinya tidak memberi contoh membayar Zakat dan Sodaqoh lewat lembaga yang resmi" imbuhnya. Ia menguraikan dalam Alquran Setiap ada satu ayat tentang perintah beribadah kepada Alloh maka disambut dengan ratusan ayat lain perintah untuk berbuat "Sholeh" Kepada Manusia, " Itukan maksudnya Kesholehan jangan hanya kepada Alloh tapi imbangi dengan kebaikan kepada manusia (Kesholehan Sosial)"lanjutnya didepan Pimpinan BAZNAS kabupaten/Kota seJawa Timur. Terakhir, Mantan Anggota DPR RI ini mengulas sejumlah Prestasi BAZNAS Jawa Timur dalam menekan angka Kemiskinan melalui sejumlah Program, dan meraih Indeks kebahagiaan tertinggi Nasional oleh lembaga Bapenas" " Alhamdulillah kita di Apresiasi oleh BAPENAS dan BAZNAS RI atas kinerja memberantas kemiskinan melalui program Bedah Rumah dan Ekonomi Produktif " pungkasnya. Lebih lanjut, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghofur Direktur pemberdayaan Zakat & Wakaf Kemenag RI menambahkan, angkas kemiskinan Indonesia mencapai 25.90jt Orang dengan penghasilan Rp. 35.000/Kapita- Rp. 550.458/kapita" Itu data menuru BPS per Maret 2024 " tegasnya. Lebih lanjut, Ia menambahkan Karenanya Zakat Infaq sedekah memiliki peluang besar untuk menekan angka kemiskinan, maka peran Amil sangat penting untuk terus ditingkatkan Profesionalismenya dan Upgrade skillnya, " Salah satu Indikatornya harus siap dilakuka Audit Syariah dan Audit Keuangan" pungkasnya. (M.Roissudin)
BERITA13/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Bantu Bu Siti Bebas dari Jeratan Rentenir
BAZNAS Bantu Bu Siti Bebas dari Jeratan Rentenir
Nganjuk, Bu Siti (64) kini bisa tersenyum lega, pasalnya beban hutangnya kini telah lunas berkat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk. Wanita Sebatangkara asal Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk ini berjanji setelah seluruh hutangnya lunas ia akan menjalani hidup normal dengan warung Kopinya tanpa memanfaatkan hutang renten dengan bunga tinggi. Bu Siti mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada BAZNAS yang telah memberikan solusi dan meringankan beban hidupnya. "Maturnuwun BAZNAS sampun nikung kulo, nek mboten utang kuko tasek numpuk, ( Trima kasih Baznas sudah membantu sehingga utang saya tidak semakin menumpuk,)" ujarnya kepada Baznas dengan nada haru. Ia menceritakan, untuk kebutuhan sehari-hari mendirikan sebuah warung kopi (Warkop) dan gorengan, sempat berjalan normal beberapa tahun, namun sejak musim Covid 19 warkop yang biasanya ramai itu kini semakin sepi." Sak niki sepi pak" Ujarnya singkat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa meminjam Uang pada bank "sepasaran' yang biasa keliling, Celakanya lembaga Bank simpan pinjam swasta ini memberlakukan bunga sangat tinggi." Dosoundi maleh pak, Entene nggih niku (gimana lagi pak adanya ya hutang renten itu) " imbuhnya. Diketahui, Untuk mencukupi kebutuhan harian, sejak beberapa bulan lalu Ia meminjam uang sebesar Rp 1 juta, namun hanya menerima Rp 850.000 dengan dalih untuk administrasi dan lain lain, selebihnya Ia diwajibkan membayar cicilan sebesar Rp 50.000 per bulan selama 12 kali angsuran. Wakil Ketua 1 BAZNAS, Muhammad Roissudin, M. Pd menyampaikan BAZNAS sebagai lembaga Pemerintah Non-struktural hadir sebagai bagian dari tanggung jawab sosial pemerintah untuk memberikan solusi kepada masyarakat yang kesulitan, terutama dalam menghadapi praktek rentenir. "Menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk membantu saudara-saudara untuk membantu Fakir miskin, dhuafa yang memang harus mendapatkan pendampingan," tegasnya. Lebih lanjut Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menambahkan, BAZNAS akan terus memberikan solusi kepada Masyarakat khususnya yang memang masuk kategori layak menerima bantuan , sakah satu tujuannya agar mereka naik kelas dari penerima Infaq menjadi pemberi, " Prinsipnya kita tidak memposisikan Dhuafa terus menerus tangan di bawah (penerima) , tapi harus kita naikkan derajatnya menjadi tangan diatas (pemberi) "pungkasnya Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk Dr Zainal Arifin menambahkan, Tokoh masyarakat dan lembaga Amil zakat harus berperan aktif dalam menghindarkan masyarakat dari praktek rentenir yang bisa merusak sendi perekonomian masyarakat. Sehingga berbagai Upaya harua di lakukan "Kami terus berihtiyar masyarakat tidak terjebak dalam lingkaran utang yang semakin sulit dibayar, terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia dan tidak mampu lagi bekerja maksimal," tegasnya. Lebih lanjut menurutnya Praktek rentenir, yang sering memanfaatkan situasi kesulitan ekonomi masyarakat, kerap menjadi masalah besar, terutama bagi kalangan yang kurang mampu. Dalam kasus Bu Siti, meskipun hanya meminjam sedikit, bunga tinggi yang dikenakan membuatnya semakin sulit untuk melunasi pinjaman. "Pinjam satu juta, tapi yang diterima hanya 850 ribu. Ini sangat memberatkan, apalagi dengan angsuran yang harus dibayar selama 12 bulan," ungkap Zainal. Ia menekankan pentingnya kampanye anti-rentenir sebagai upaya bersama untuk melindungi masyarakat dari praktek-praktek yang merugikan. "Kampanye anti-rente adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat lebih sadar akan bahaya rentenir dan beralih ke lembaga keuangan yang lebih aman dan terjamin," ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui adanya praktik rentenir di sekitar mereka. (ro/red/humas)
BERITA13/11/2024 | Red/Humas
Duo Tokoh Pelopor Filantropi Islam Indonesia : Refleksi Hari Pahlawan Nasional
Duo Tokoh Pelopor Filantropi Islam Indonesia : Refleksi Hari Pahlawan Nasional
Oleh : Muhammad Roissudin. Wakil Ketua I BAZNAS Kab. Nganjuk Peringatan Hari Pahlawan Nasional bukan sekadar seremonial yang setiap tahun di gelar, tetapi menjadi momentum penting mengenang kontribusi besar para pahlawan bangsa dan Foundating father dalam menyongsong kemerdekaan Indonesia. Agar generasi penerus tidak abai terhadap tujuan dan cita-cita pendiri bangsa, tetapi menjadikan Inspirasi yang menghasilkan karya Produktif bagi pembangunan dan peradaban Bangsa. Dalam konteks ini, dua tokoh besar Indonesia KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari merupakan pahlawan pergerakan Nasional yang berperan besar membangun peradaban Indonesia. Ia tidak semata berjuang dalam bidang agama, tetapi juga dalam aspek sosial budaya dan Pendidikan melalui gerakan filantropi yang efektif hingga sekarang. Keduanya menjadi pilar utama berperan aktif membangin peradaban Indonesia hingga berdampak besar bagi kemajuan bangsa, baik melalui pendidikan, sosial, maupun dakwah. Duo tokoh besar " bersaudara " satu Guru ini mampu melahirkan para tokoh Bangsa dan Ulama serta mengantarkan jutaan Generasi Unggul yang akan melanjutkan Visi besar Indonesia. KH Ahmad Dahlan dan Teologi Al-Ma’un: Gerakan Filantropi mustad'afiin. KH Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah pada tahun 1912, organisasi Islam yang hingga kini terus berkembang pesat. Salah satu warisan terbesar dari Dahlan adalah konsep Teologi Al-Ma’un, Ia yang memotivasi umat Islam untuk peduli terhadap sesama melalui tindakan nyata. Gerakan ini menginspirasi berdirinya berbagai lembaga sosial yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat miskin, anak yatim, dan mereka yang berada dalam kesulitan ekonomi. Melalui Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan menekankan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Konsep Teologi Al-Ma’un ini mendorong terbentuknya ribuan amal usaha (AUM) yang hingga kini terus berkembang. Berdasarkan data Litbang PP Muhammadiyah hingga September 2023, sejumlah besar Amal Usaha Muhammadiyah telah terbentuk di seluruh Indonesia: 1. Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA): 172 unit, terdiri dari 83 universitas, 53 sekolah tinggi, dan 36 bentuk lainnya. 2. Rumah Sakit Muhammadiyah: 122 unit (ditambah dengan 20 rumah sakit dalam proses pembangunan). 3. Klinik Kesehatan: 231 unit. 4. Sekolah/Madrasah: 5.345 unit. 5. Aset Wakaf: 20.465 lokasi dengan luas tanah mencapai 214.742.677 m². 6. Amal Usaha Sosial (MCC/LKSA): 1.012 unit. 7. Pesantren Muhammadiyah: 440 unit. 8. Misi Kemanusiaan Internasional: Termasuk Palestina, Rohingya (Myanmar), Filipina, Pakistan, dan negara-negara terdampak bencana seperti Turki, Nepal, Sudan, dan lainnya. Kontribusi besar ini menunjukkan betapa dahsyatnya pengaruh Instrumen Filantropi yang diwariskan oleh KH Ahmad Dahlan dalam membangun jaringan sosial yang peduli terhadap kemanusiaan slama berbagai aspek. Hal ini tidak hanya mencakup aspek pendidikan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat miskin yang menjadi pokok ajaran dalam 'Teologi Al-Ma’un'. KH Hasyim Asy’ari dan Teologi Al-Balad: Gerakan Pesantren. KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tahun 1926 memfokuskan perjuangannya melalui jalur pesantren. Prof.Dr Noer Achmad Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS ) RI menjelaskan Gerakan Pesantren yang fi gagas oleh Kyai Hasyim Asy ari merupakan Implementasi dari pengalaman surat Al balad ayat ke 13-16. Yang dikenal Istilah Pendekatan Teologi Al-Balad. Dalam prakteknya, KH Hasyim Asy’ari menekankan pentingnya membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, dan perbudakan melalui pendidikan agama dan sosial dimulai dari gerakan Pesantren. Teologi Al-Balad ini tidak hanya mengajak untuk memberi makan orang miskin, merawat anak yatim, dan membebaskan perbudakan, tetapi juga menanamkan pentingnya pendidikan berbasis Islam yang moderat dan inklusif. Melalui NU, KH Hasyim Asy'ari meletakkan dasar pendidikan Islam yang berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah dengan tujuan mempersiapkan SDM yang tidak hanya paham agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman. Ini dapat dilihat dari perkembangan ribuan pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia, yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga mengedepankan nilai-nilai sosial yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat. Dengan kiprahnya panjang Kyai Hasyim telah melahirkan puluhan ribu Pondok Pesantren. Menurut data Kementerian Agama (2022), jumlah pondok pesantren di Indonesia mencapai 26.975 pesantren, dengan 13.477 pesantren di antaranya beraliran Nahdlatul Ulama (NU). Ini menunjukkan betapa besar pengaruh NU dalam membentuk karakter masyarakat melalui pendidikan pesantren berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah. Pendekatan Filantropi dalam Tradisi NU dan Muhammadiyah. Secara sosiologis, baik KH Ahmad Dahlan dengan 'Teologi Al-Ma’un' maupun KH Hasyim Asy’ari dengan 'Teologi Al-Balad' keduanya telah menciptakan gerakan sosial yang mendalam, yang berfungsi sebagai respons terhadap masalah sosial seperti kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Gerakan filantropi yang mereka gagas tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan material, tetapi lebih kepada pembentukan struktur sosial yang berkelanjutan dan inklusif. Menurut Prof. Azumardi Azra, seorang sosiolog Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, gerakan ini menunjukkan betapa Islam dapat berfungsi sebagai kekuatan sosial yang membangun dan memperbaiki masyarakat. Bagi Azra, keduanya adalah contoh konkret bagaimana agama dan filantropi dapat bersanding berkolaborasi untuk menciptakan perubahan sosial yang positif. Gerakan filantropi mereka mengedepankan pemberdayaan kaum miskin dan marginal, serta membangun jaringan sosial yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara holistik. Nurhokis Majid, dalam perspektifnya, menganggap gerakan filantropi berbasis pesantren yang dipelopori oleh KH Hasyim Asy’ari sebagai model yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Pesantren NU tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang menjaga nilai-nilai moderasi Islam serta kesatuan sosial. Gerakan 'Teologi Al-Balad' yang diusung NU, menurut Majid, adalah upaya untuk membebaskan masyarakat dari segala bentuk ketertinggalan, baik dalam aspek spiritual maupun material. Kedua tokoh besar ini, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari, memiliki record panjang bahwa filantropi Islam melalui Bidang Dakwah Sosial tidak sekadar memberikan bantuan konsumtif kepada yang membutuhkan. Tetapi telah membangun dua tradisi besar dalam dunia Islam yakni Pendidikan Formal dan berbasis Pesantren dan Tradisi Pesantren secara kultur. Pada Konteks Indonesia, dua gerakan sosial ini mampu membangkitkan kemajuan bidang bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi yang berbasis pada prinsip ajaran Islam rahmatan lil-‘alamin. Melalui berbagai amal usaha mereka, baik Muhammadiyah maupun NU telah berhasil menciptakan jaringan sosial yang kokoh dan terus berkembang, memberi harapan bagi masyarakat Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Gerakan filantropi yang mereka inisiasi tidak hanya berkontribusi dalam membangun peradaban Indonesia, tetapi juga menjadi contoh konkret dari bagaimana agama, pendidikan, dan sosial dapat bekerja bersama untuk mencapai tujuan kesejahteraan yang lebih besar. Dalam konteks ini, keduanya—dengan pendekatan yang sedikit berbeda tetapi tetap berfokus pada pemberdayaan umat—telah menunjukkan jalan untuk masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia. (*)
BERITA13/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS Nganjuk serahkan Santunan Kematian BPJS  ketenagakerjaan senilai Rp. 42Juta
BAZNAS Nganjuk serahkan Santunan Kematian BPJS  ketenagakerjaan senilai Rp. 42Juta
Nganjuk, 6 November 2024. BAZNAS Kabupaten Nganjuk Menyerahkan Klaim Asuransi BPJS Ketenagakerjaan kepada salah satu keluarga Marbot Masjid. Acara tersebut bersamaan dengan penyerahan bantuan kepada 300 penerima dalam berbagai Program. Bantuan terdiri dari Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), premi pembayaran BPJS Ketenagakerjaan untuk Marbot Masjid, dan bantuan jamban sehat kepada masyarakat yang membutuhkan. Acara di Pendopo Kabupaten Nganjuk ini dihadiri Forkopimda dan dan Asisten Pemerintah dan Kesehatan Samsul Huda yang mewakili PJ Bupati Nganjuk. Samsul Huda, mewakili PJ Bupati Nganjuk, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap program-program BAZNAS yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Program yang dilaksanakan BAZNAS ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Bantuan seperti ini sangat berarti untuk meningkatkan kualitas hidup warga Nganjuk," katanya. Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung dan mengoptimalkan bantuan sosial yang ada agar dapat menjangkau lebih banyak lagi warga yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. Zainal Arifin, dalam sambutannya mengungkapkan sekitar 300 penerima bantuan program BAZNAS merupakan salah satu program Distribusi skala besar yang di gelar selama tahun 2024, " Program-program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih," ujarnya. Zainal juga menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas dan jumlah bantuan yang disalurkan demi kesejahteraan umat. Lebih lanjut, Dr. Zainal Arifin menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus memperluas cakupan bantuan dan memastikan bahwa program-program yang ada dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. "Kami akan terus berupaya agar lebih banyak masyarakat yang terbantu, dan program-program ini akan terus dikembangkan untuk menciptakan dampak yang lebih luas," tambahnya. Selain itu, Zainal juga mengungkapkan bahwa bantuan rumah tidak layak huni, BPJS Naker, dan jamban sehat bukan hanya sekedar pemberian materi, tetapi juga bentuk perhatian kepada warga yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. "Dengan adanya rumah yang lebih layak, jaminan sosial untuk ketenagakerjaan bagi Marbot masjid dan fasilitas jamban yang lebih baik, kami berharap kualitas hidup masyarakat dapat meningkat," katanya. Acara penyerahan bantuan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program sosial yang ada, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan lembaga sosial dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sejahtera. " Khusus para ASN di kabupaten Nganjuk kami berharap besar dari Pak Asisten dan Pak Sekda bisa mensuport lebih maksimal " Pungkasnya. (ro/red/humas)
BERITA06/11/2024 | Red/Humas
BAZNAS  Salurkan Bantuan 40 rumah layak huni, BPJS ketenagakerjaan marbot masjid , dan Jamban sehat
BAZNAS Salurkan Bantuan 40 rumah layak huni, BPJS ketenagakerjaan marbot masjid , dan Jamban sehat
Nganjuk, 6 November 2024. BAZNAS Kabupaten Nganjuk Menyerahkan Klaim Asuransi BPJS Ketenagakerjaan kepada salah satu keluarga Marbot Masjid. Acara tersebut bersamaan dengan penyerahan bantuan kepada 300 penerima dalam berbagai Program. Bantuan terdiri dari Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), premi pembayaran BPJS Ketenagakerjaan untuk Marbot Masjid, dan bantuan jamban sehat kepada masyarakat yang membutuhkan. Acara di Pendopo Kabupaten Nganjuk ini dihadiri Forkopimda dan dan Asisten Pemerintah dan Kesehatan Samsul Huda yang mewakili PJ Bupati Nganjuk. Samsul Huda, mewakili PJ Bupati Nganjuk, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap program-program BAZNAS yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Program yang dilaksanakan BAZNAS ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Bantuan seperti ini sangat berarti untuk meningkatkan kualitas hidup warga Nganjuk," katanya. Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung dan mengoptimalkan bantuan sosial yang ada agar dapat menjangkau lebih banyak lagi warga yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. Zainal Arifin, dalam sambutannya mengungkapkan sekitar 300 penerima bantuan program BAZNAS merupakan salah satu program Distribusi skala besar yang di gelar selama tahun 2024, " Program-program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih," ujarnya. Zainal juga menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas dan jumlah bantuan yang disalurkan demi kesejahteraan umat. Lebih lanjut, Dr. Zainal Arifin menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus memperluas cakupan bantuan dan memastikan bahwa program-program yang ada dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. "Kami akan terus berupaya agar lebih banyak masyarakat yang terbantu, dan program-program ini akan terus dikembangkan untuk menciptakan dampak yang lebih luas," tambahnya. Selain itu, Zainal juga mengungkapkan bahwa bantuan rumah tidak layak huni, BPJS Naker, dan jamban sehat bukan hanya sekedar pemberian materi, tetapi juga bentuk perhatian kepada warga yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. "Dengan adanya rumah yang lebih layak, jaminan sosial untuk ketenagakerjaan bagi Marbot masjid dan fasilitas jamban yang lebih baik, kami berharap kualitas hidup masyarakat dapat meningkat," katanya. Acara penyerahan bantuan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program sosial yang ada, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan lembaga sosial dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sejahtera. " Khusus para ASN di kabupaten Nganjuk kami berharap besar dari Pak Asisten dan Pak Sekda bisa mensuport lebih maksimal " Pungkasnya. (ro/red/humas)
BERITA06/11/2024 | Red/Humas
Baznas Nganjuk  Sukses Salurkan Bantuan: RTLH, Jamban, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk Mustahik
Baznas Nganjuk  Sukses Salurkan Bantuan: RTLH, Jamban, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk Mustahik
Suasana penuh haru dan syukur menyelimuti Pendopo Kabupaten Nganjuk hari ini. BAZNAS Kabupaten Nganjuk sukses menggelar acara penyerahan bantuan bagi mustahik, merupakan bukti nyata dari komitmen BAZNAS dalam membangun Nganjuk yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Acara yang dihadiri oleh Forkopimda, para pejabat terkait, serta para dermawan ini menjadi momen istimewa dimana BAZNAS Nganjuk, di bawah kepemimpinan Bapak Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I., menyerahkan bantuan berupa: - RTLH: 44 unit, meringankan beban warga yang tinggal di rumah tidak layak huni. - Jamban: 20 titik, meningkatkan kesehatan dan kebersihan bagi masyarakat. - BPJS Ketenagakerjaan: 310 marbot (2 meninggal dunia), memberikan jaminan ketenagakerjaan dan kesejahteraan bagi para marbot. - Beasiswa: 120 pelajar (SD-SLTA) dan 10 mahasiswa, menghilangkan beban biaya pendidikan bagi generasi muda. - Sebatang Kara: 44 paket, merupakan bantuan sembako bagi warga yang membutuhkan. - Guru Ngaji: 71 orang dan Santri: 62 orang, mendukung pelestarian nilai-nilai agama dan pendidikan. - Pembinaan Mualaf: 27 orang, membantu para mualaf untuk lebih memahami Islam. - Gebyar Yatim Ceria Bulan Muharram: 1.000 anak yatim, menebarkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Pj. Bupati Nganjuk yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Bapak H. Syamsul Huda, S.H., M.H., dalam sambutannya mengapresiasi BAZNAS Nganjuk atas dedikasi dan kinerjanya. "Program ini adalah bukti nyata semangat 'Nganjuk Taqwa dan Peduli', membuktikan bahwa zakat bisa menjadi solusi nyata bagi permasalahan sosial," ujar beliau. Bapak Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk dalam laporannya menyampaikan bahwa target pengumpulan ZIS tahun ini adalah Rp 6,4 milyar. Walaupun belum tercapai, BAZNAS Nganjuk terus berkomitmen untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan terus meningkatkan kepercayaan publik dengan slogan "BAZNAS APIK" (Amanah, Profesional, Integritas, dan Akuntabel).
BERITA06/11/2024 | Red/Humas
GELAR LEBARAN YATIM, BAZNAS NGANJUK SERAHKAN KUNCI RUMAH, GEROBAK DAN PREMI BPJS
GELAR LEBARAN YATIM, BAZNAS NGANJUK SERAHKAN KUNCI RUMAH, GEROBAK DAN PREMI BPJS
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk menggelar Acara Lebaran 1000 Yatim di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Acara ini di hadiri langsung Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna S. TP., M. Si. dan Wakil Ketua Baznas Propinsi Jawa Timur Dr. Muhammad Zaki M. Si. (Jum'at, 26/07/2024). Selain menyerahkan bingkisan Kepada Anak yatim, Baznas juga membagikan sejumlah Kunci rumah, paket premi BPJS ketenagakerjaan dan Rombong untuk pelaku Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM). Wakil ketua 3 Baznas Propinsi Jawa Timur Dr Muhammad Zaki, M. Si mengapresiasi kerja keras Baznas Nganjuk sehingga mampu menghimpun dan menyalurkan ZIS untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat lebih luas meski usianya belum genap setahun. Lebih lanjut, Zaki menilai kinerja Baznas Nganjuk termasuk kategori andalan dan mampu melakukan kerja cerdas, Kolaborasi dan sinergi dengan semua stake holder," melihat progress hari ini saya yakin Baznas Nganjuk mampu bekerja da InsyaAllah Baznas Jatim akan menambah banyak program seperti pendidikan, bantuan rumah layak huni dan peternakan " tegasnya. Pj. Bupati Kabupaten Nganjuk Sri Handoko, mengapresiasi kerja-kerja Baznas dalam melayani Masyarakat, Kolaborasi dalam membantu program pemerintah khususnya dalam menurunkan angka kemiskinan extrem dan stunting, " Trima kasih Baznas atas sinergi dan komitmennya membantu pemerintah selama ini" tegas Handoko. Lebih lanjut, Ia berjanji akan turut mensuport Baznas dalam mencapai target pengumpulan seperti ketentuan dari Baznas Pusat, " InsyaAllah kami akan mensuport agar target 6,2 M tercapai, khusus OPD pendidikan dan Kesehatan yang menaungi ASN dengan jumlah besar mohon bisa dimaksimalkan " pungkasnya. Ketua BaznasBaznas Kabupaten Nganjuk DrmZainal Arifin, M. Pd dalam sambutan menjelaskan lembaga yang dipimpin nya telah merealisasika sejumlah dalam rangka untuk menurunkan angka Kemiskinan Extrem dan stunting." Alhamdulilah dapat kami laporkan kepada pak PJ Bupati, tahun ini Kami telah menyalurkan senilai Rp 689 juta dalam bentuk 27 unit rumah layak huni" tegasnya. Lebih lanjut Ia menambahkan, selain itu Baznas juga membagikan paket BPJS Ketenagakerjaan Marbot Masjid dan penyerahan bantuan Rombong bagi pelaku usaha mikro" kami targetkan seribu Masjid, untuk tahab pertama ini 200 Masjid dan juga kami bagikan bantuan rbong untuk pengusaha rumahan " Imbuhnya. Selain program diatas, Baznas menurut Zainal juga telah menyakurkam berbagai program bantuan Pendidikan, Kesehatan dan layanan dakwah dan panduan Ibadah bagi Muallaf" Alhamdulillah berkat suport berbagai pihak Baznas dapat menyalurkan Donasi Zakat Infaq dan Sodaqoh yang kami himpun dari ASN untuk masyarakat yang lebih luas " Pungkasnya. Diketahui, Basnas Nganjuk pada tahun 2024 telah menyalurkan Donasi ZIS kepada 8 asnaf untuk sejumlah Program, untuk Program Nganjuk Peduli senilai Rp. 838 juta dalam bentuk bedah Rumah Layak Huni (Rutilahu), santunan Yatim Dhuafa dan Disabilitas. Berikutnya untuk program Nganjuk sehat senilai Rp. 57 juta yang disalurkan melalui program penurunan stunting dan Ibu hamil serta bantuan Kaki Palsu. Program Nganjuk makmur telah tersalurkan senilai Rp. 48juta dalam bentuk Modal Usaha dan peralatan pelatihan. pelatihan ketrampilan ini berupa pelatihan Potong rambut/ barbershop dan kecantikan. Sedangkan Untuk program Nganjuk Taqwa senilai Rp. 57, 3Juta. disalurkan alam bentuk Insentif Guru Ngaji, Pembinaan Muallaf dan Premi BPJS Ketenagakerjaan Marbot Masjid.
BERITA26/07/2024 | Humas
BAZNAS KABUPATEN NGANJUK MENYANTUNI DHUAFA’ PERTUNI (PERSATUAN TUNA NETRA INDONESIA) KABUPATEN NGANJUK DI BULAN MUHARRAM 1446 H
BAZNAS KABUPATEN NGANJUK MENYANTUNI DHUAFA’ PERTUNI (PERSATUAN TUNA NETRA INDONESIA) KABUPATEN NGANJUK DI BULAN MUHARRAM 1446 H
Memperingati bulan Muharram, BAZNAS Kabupaten menggelar acara santunan untuk Dhuafa’ PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Nganjuk di KRT. Sosrokoesoemo Pemkab Nganjuk, Selasa (16/7/2024). Pada Acara silaturahim dan santunan Dhuafa’ PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Nganjuk, BAZNAS Kabupaten Nganjuk memberi santunan berupa paket sembako dan uang saku sebesar Rp 100.000. Acara tersebut berlangsung dengan penuh hangat selain itu juga memberikan kebahagiaan kepada penerimanya, PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Nganjuk yang hadir sangat antusias dan gembira menerima bantuan tersebut. Dengan adanya silaturahmi dan santunan kepada Dhuafa’ PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Nganjuk semoga dapat meningkatkan empati pada masyarakat setempat agar bisa menyalurkan bantuannya untuk Dhuafa’ yang membutuhkan di BAZNAS Kabupaten Nganjuk.
BERITA16/07/2024 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Nganjuk.

Lihat Daftar Rekening →