Berita Terbaru
Hari Pers Nasional
Di momentum Hari Pers Nasional tahun ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan selamat kepada seluruh insan pers di Indonesia khususnya para jurnalis, redaktur, dan awak media di Kabupaten Nganjuk. Pers yang sehat adalah fondasi utama dalam membangun ekonomi yang berdaulat. Melalui pemberitaan yang akurat, edukatif, dan solutif, pers mampu mendorong transparansi, memperkuat literasi ekonomi umat, serta mengawal kebijakan publik yang pro-rakyat. Di sisi lain, keterlibatan pers dalam menyebarluaskan nilai-nilai zakat, infak, sedekah, dan wakaf turut memperkuat sistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkeadilan salah satu pilar penting menuju kemandirian ekonomi bangsa. BAZNAS Kabupaten Nganjuk percaya bahwa sinergi antara pers yang profesional dan lembaga zakat yang amanah akan melahirkan dampak sosial yang luas, mempercepat pengentasan kemiskinan, dan memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat. Mari terus bersama menjaga integritas informasi, menguatkan ekonomi kerakyatan, dan membangun Indonesia yang berdaulat serta bermartabat.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Satu Visi, Satu Aksi: BAZNAS Kabupaten Nganjuk Bergerak untuk Keuangan Sosial yang Berkeadilan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem keuangan sosial syariah melalui kegiatan bertajuk “Satu Visi, Satu Aksi: BAZNAS Nganjuk Bergerak untuk Keuangan Sosial yang Berkeadilan". Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., bersama Sekretaris BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Anang Wijiarto, S.Sos., serta diikuti oleh para amil, mitra strategis, tokoh masyarakat, dan perwakilan penerima manfaat dari berbagai kecamatan di wilayah Nganjuk.
Dalam sambutannya, Dr. H. Zainal Arifin menekankan pentingnya sinergi antara seluruh elemen dalam ekosistem zakat untuk menciptakan keadilan sosial yang nyata di tengah masyarakat. “Keuangan sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah bukan hanya soal pengumpulan dana, tetapi juga distribusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Melalui ‘Satu Visi, Satu Aksi’, kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang terhimpun benar-benar menjadi jembatan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan langkah antara BAZNAS dengan para pemangku kepentingan dalam merancang program-program strategis yang berorientasi pada pemberdayaan mustahik. Mulai dari pendampingan usaha mikro, bantuan pendidikan, hingga intervensi sosial berbasis data, semuanya dirancang agar penerima manfaat tidak hanya terbantu sesaat, tetapi mampu bangkit mandiri dalam jangka panjang.
Acara “Satu Visi, Satu Aksi” juga menjadi ajang peluncuran sejumlah inisiatif baru, termasuk kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah), serta penguatan jaringan amil zakat di tingkat desa. Selain itu, BAZNAS Nganjuk juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam respons kemanusiaan, baik dalam skala lokal maupun nasional.
Melalui gerakan ini, BAZNAS Kabupaten Nganjuk mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadikan zakat sebagai instrumen transformasi sosial yang adil, inklusif, dan berkelanjutan karena keadilan sosial dimulai dari satu visi, dan diwujudkan dalam satu aksi nyata.
BERITA09/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Penguatan Peran Strategis UPZ: Rakor BAZNAS Kabupaten Nganjuk dan Kemenag Menuju Tertib Administrasi dan Pelaporan Zakat
Dalam rangka memperkuat peran strategis Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga vertikal, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bertajuk “Penguatan Peran Strategis UPZ: Menuju Tertib Administrasi dan Pelaporan Zakat”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya sinergis untuk meningkatkan tata kelola zakat yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi nasional.
Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Muh. Roissudin, M.Pd., serta jajaran pimpinan Kemenag Kabupaten Nganjuk, termasuk Kepala Kantor Kemenag Nganjuk, H. Abdul Rahman, S.Ag., M.Pd.I., Kabag TU H. Farid Wajdi, S.Ag., M.Pd.I., dan Kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Nganjuk.
Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk menekankan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS dan Kemenag dalam memastikan seluruh UPZ di lingkungan Kemenag menjalankan fungsinya secara optimal. “UPZ bukan sekadar wadah pengumpulan zakat, tetapi ujung tombak dalam mewujudkan keadilan sosial melalui distribusi zakat yang tepat sasaran.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Nganjuk, H. Abdul Rahman, menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh program BAZNAS, khususnya dalam hal pembinaan administrasi dan pelaporan zakat oleh UPZ. “Kami mendorong seluruh UPZ di bawah naungan Kemenag untuk tertib administrasi, transparan dalam pengelolaan dana, serta aktif dalam pelaporan berkala kepada BAZNAS Kabupaten Nganjuk,” tegasnya.
Rakor ini juga menjadi forum evaluasi sekaligus penyamaan persepsi terkait mekanisme pengumpulan, pencatatan, penyetoran, dan pelaporan zakat sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta Peraturan BAZNAS RI terkini.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang Amanah Profesional Integritas dan Akuntabel.
BERITA06/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Survei Calon Penerima Bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS Kabupaten Nganjuk
Nganjuk – Dalam rangka memastikan tepat sasaran dan transparansi penyaluran bantuan sosial, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk melaksanakan survei lapangan terhadap calon penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kegiatan ini dilangsungkan di kediaman Ibu Rubini, warga RT 04 RW 02 Dusun Tunglur, Desa Ngadipiro, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, pada Jumat (6/2/2026).
Survei tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Ahmad Dain Arif, S.Pd.I., didampingi Sekretaris BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Anang Wijiarto, S.Sos., serta sejumlah mahasiswa Program Pengabdian Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri.
Tim survei melakukan pendataan dan verifikasi kondisi rumah secara langsung, termasuk mengevaluasi struktur bangunan, fasilitas sanitasi, kelayakan huni, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Kunjungan ini merupakan bagian dari proses seleksi administratif dan teknis untuk memastikan bahwa bantuan RTLH diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria penerima manfaat.
Ahmad Dain Arif menyampaikan bahwa survei lapangan menjadi tahapan penting dalam program bantuan RTLH. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang dikumpulkan dari para muzaki digunakan secara amanah dan tepat sasaran. Oleh karena itu, verifikasi lapangan seperti ini sangat krusial,” ujarnya.
Sementara itu, Anang Wijiarto menambahkan bahwa kolaborasi dengan mahasiswa PPZ Universitas Syekh Wasil Kediri tidak hanya memperkuat kapasitas survei, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pengalaman nyata bagi generasi muda dalam mengelola zakat secara profesional dan berkeadilan.
BAZNAS Kabupaten Nganjuk mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar dapat dikelola secara optimal demi kemaslahatan bersama.
BERITA06/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Survei Calon Penerima Rumah Layak Huni BAZNAS Kabupaten Nganjuk
Nganjuk – Dalam rangka memastikan penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tepat sasaran, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali melaksanakan kegiatan survei lapangan terhadap calon penerima bantuan. Kali ini, tim BAZNAS mengunjungi rumah Bapak Pardi di Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, pada Kamis, 5 Februari 2026.
Kegiatan survei tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Ahmad Dain Arif, S.Pd.I., didampingi Sekretaris BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Anang Wijiarto, S.Sos., serta sejumlah mahasiswa Program Pengabdian Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri yang turut berpartisipasi dalam proses pendataan dan asesmen lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi bangunan rumah Bapak Pardi, termasuk struktur bangunan, sanitasi, ventilasi, serta aspek kelayakan huni lainnya sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan oleh BAZNAS. Selain itu, tim juga berdialog langsung dengan keluarga untuk memahami kondisi sosial ekonomi dan kebutuhan mendesak yang mereka hadapi.
Ahmad Dain Arif menegaskan bahwa survei ini merupakan bagian penting dari komitmen BAZNAS Kabupaten Nganjuk dalam menyalurkan dana zakat secara amanah dan transparan. “Kami ingin memastikan bahwa bantuan RTLH benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan, sehingga dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Anang Wijiarto menambahkan bahwa kolaborasi dengan mahasiswa PPZ Universitas Syekh Wasil Kediri tidak hanya memperkuat kapasitas pelaksanaan program, tetapi juga menjadi wujud sinergi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia yang peduli terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan.
Kegiatan survei ini merupakan bagian dari rangkaian program Baznas Peduli RTLH tahun 2026 yang bertujuan untuk membantu masyarakat prasejahtera memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat sejalan dengan visi pembangunan daerah dan semangat gotong royong dalam mewujudkan Kabupaten Nganjuk yang lebih sejahtera.
BERITA05/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
BAZNAS Nganjuk Survei Calon Penerima Bantuan Biaya Hidup Dhuafa di Kelurahan Ringinanom Kecamatan Nganjuk
Nganjuk – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran melalui kegiatan survei lapangan calon penerima bantuan biaya hidup dhuafa. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026, di Kelurahan Ringinanom, Kecamatan Nganjuk.
Tim survei yang dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana BAZNAS Nganjuk, Ahmad Dain Arif, S.Pd.I., bersama mahasiswa Program Pengembangan Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri, mengunjungi tiga rumah warga yang telah diidentifikasi sebagai calon penerima bantuan. Ketiga keluarga tersebut adalah Ibu Dami, Ibu Nyani, dan Pak Dasi—semuanya merupakan warga prasejahtera yang tinggal di wilayah Ringinanom.
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pendataan mendalam terkait kondisi sosial ekonomi, kesehatan, kepemilikan aset, serta kebutuhan pokok sehari-hari para calon mustahik. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan biaya hidup dari zakat benar-benar disalurkan kepada mereka yang paling membutuhkan dan memenuhi kriteria syariah sebagai mustahik dhuafa.
“Survei ini merupakan bagian penting dari prinsip amanah dan transparansi dalam pengelolaan zakat. Kami ingin memastikan setiap rupiah zakat yang terkumpul memberikan manfaat maksimal bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Ahmad Dain Arif usai kegiatan.
Kehadiran mahasiswa PPZ dari Universitas Syekh Wasil juga menjadi bagian dari sinergi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang profesional dan berbasis data. Mereka tidak hanya membantu proses pendataan, tetapi juga belajar langsung tentang implementasi nilai-nilai zakat dalam pemberdayaan masyarakat.
Warga setempat menyambut baik kedatangan tim BAZNAS. “Alhamdulillah, kami merasa diperhatikan. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban hidup kami,” ungkap Ibu Nyani dengan haru.
Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam rangkaian program bantuan biaya hidup dhuafa BAZNAS Nganjuk tahun 2026, yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan mustahik di wilayah Kabupaten Nganjuk.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
BAZNAS Nganjuk Survei Calon Penerima Bantuan Jamban Sehat Kelurahan Ringinanom Kecamatan Nganjuk
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program sanitasi berbasis zakat. Kali ini, tim BAZNAS Nganjuk melaksanakan survei lapangan calon penerima Bantuan Jamban Sehat di Kelurahan Ringinanom, Kecamatan Nganjuk.
Survei dilakukan di dua rumah warga, yaitu rumah Ibu Sukati dan Bapak Basir, yang keduanya beralamat di Kelurahan Ringinanom. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Ahmad Dain Arif, S.Pd.I., bersama mahasiswa Program Pengembangan Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri.
Tim melakukan observasi dan pendataan mendalam terkait kondisi sanitasi di kedua rumah, termasuk ketersediaan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus), akses air bersih, serta dampak lingkungan dari ketiadaan jamban layak. Hasil survei ini akan menjadi dasar pertimbangan teknis dan sosial dalam pelaksanaan program bantuan pembangunan jamban sehat yang akan dibiayai dari dana zakat.
Ahmad Dain Arif menjelaskan bahwa program jamban sehat merupakan bagian dari upaya BAZNAS Nganjuk dalam mendukung percepatan bebas buang air sembarangan di wilayah Kabupaten Nganjuk. “Sanitasi yang baik adalah hak dasar setiap warga. Melalui zakat, kami ingin memastikan keluarga prasejahtera juga memiliki akses terhadap fasilitas jamban yang layak, aman, dan sehat.
Mahasiswa PPZ Universitas Syekh Wasil turut aktif dalam proses verifikasi dan dokumentasi lapangan, sebagai bentuk implementasi pembelajaran sekaligus kontribusi nyata dalam pengelolaan zakat berbasis pemberdayaan masyarakat.
Dengan program ini, BAZNAS Kabupaten Nganjuk tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bagian dari kesejahteraan umat. Penyaluran bantuan jamban sehat diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan keluarga mustahik dan lingkungan sekitarnya.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
BAZNAS Nganjuk Survei Calon Penerima Bantuan di Kelurahan Kedondong Kecamatan Bagor
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran melalui kegiatan survei lapangan calon penerima bantuan. Kali ini, tim BAZNAS Nganjuk menyambangi Kelurahan Kedondong dan Desa Patranrejo di Kecamatan Bagor untuk melakukan verifikasi kondisi calon mustahik.
Survei tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Ahmad Dain Arif, S.Pd.I., yang didampingi oleh mahasiswa Program Pengembangan Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri. Tim mengunjungi dua rumah warga yang diajukan sebagai calon penerima bantuan, yaitu rumah Ibu Tutik Andayani di Kelurahan Kedondong dan rumah Bapak Suwaji di Desa Patranrejo.
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pendataan mendalam terkait kondisi sosial ekonomi, kelayakan hunian, serta kebutuhan mendesak keluarga. Ahmad Dain Arif menegaskan bahwa survei lapangan merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa bantuan zakat benar-benar disalurkan kepada mereka yang berhak dan paling membutuhkan.
“Kami tidak hanya mengandalkan usulan dari masyarakat atau aparat desa, tetapi juga turun langsung untuk melihat kondisi riil di lapangan. Ini bagian dari prinsip amanah dan transparansi dalam pengelolaan zakat,” ujar Ahmad Dain Arif.
Mahasiswa PPZ dari Universitas Syekh Wasil Kediri turut aktif dalam proses pendataan dan observasi, sebagai bentuk implementasi pembelajaran sekaligus kontribusi nyata dalam pemberdayaan umat melalui lembaga zakat.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara lembaga zakat, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam upaya mewujudkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Nganjuk. BAZNAS Nganjuk berkomitmen untuk terus menjalankan program-program yang responsif terhadap kebutuhan mustahik, baik dalam bentuk bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), jamban sehat, alat bantu kesehatan, maupun program pemberdayaan lainnya.
BERITA04/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Survei Calon Penerima Bantuan Rumah Layak Huni Baznas Kabupaten Nganjuk
Nganjuk – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada kesempatan kali ini, tim BAZNAS Kabupaten Nganjuk melakukan survei lapangan di rumah Ibu Katijah dan Ibu Paikem di Desa Patranrejo, Kecamatan Berbek. Survei tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Ahmad Dain Arif, S.Pd.I., yang didampingi oleh mahasiswa Program Pengembangan Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi kondisi riil kedua rumah calon penerima bantuan, sekaligus menyerap informasi terkait kebutuhan dasar hunian yang layak bagi keluarga tersebut. Dalam kunjungannya, Ahmad Dain Arif menyampaikan bahwa survei ini merupakan bagian penting dari proses seleksi yang transparan dan akuntabel, guna memastikan bahwa bantuan RTLH tepat sasaran kepada warga prasejahtera yang benar-benar membutuhkan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang terkumpul digunakan secara optimal untuk memberikan manfaat nyata bagi mustahik,” ujarnya. Kehadiran mahasiswa PPZ dari Universitas Syekh Wasil Kediri juga menjadi bagian dari sinergi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam upaya penguatan kapasitas pengelolaan zakat serta pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan pengabdian. BAZNAS Kabupaten Nganjuk berharap melalui program RTLH ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat prasejahtera, sekaligus mewujudkan visi pembangunan sosial yang inklusif dan berkeadilan di wilayah Kabupaten Nganjuk.
BERITA02/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Menggapai Ridha-Nya, Istiqomah Doa Bersama BAZNAS Kabupaten Nganjuk Setiap hari Senin
Setiap hari Senin pagi, suasana kantor BAZNAS Kabupaten Nganjuk dipenuhi khidmat dan kekhusyukan dalam kegiatan rutin bertajuk “Menggapai Ridha-Nya: Istiqomah Doa Bersama”. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., yang senantiasa menekankan pentingnya memulai pekan dengan doa, muhasabah, dan kebersamaan dalam ikhtiar menggapai ridha Ilahi. Doa bersama ini diikuti secara istiqomah oleh seluruh amil dan amilat BAZNAS Kabupaten Nganjuk, serta para mahasiswa Program Pengembangan Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri. Dalam setiap pertemuan, suasana spiritual sangat terasa menjadi momentum untuk memperkuat niat, membersihkan hati, dan menyelaraskan langkah dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf demi kemaslahatan umat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga wahana penguatan nilai-nilai akhlak, integritas, dan semangat pelayanan publik yang berlandaskan iman dan takwa. Dengan istiqomahnya doa bersama ini, BAZNAS Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus menjadi lembaga amil zakat yang profesional, transparan, dan berkah senantiasa berjalan di jalan Allah SWT menuju ridha-Nya.
BERITA02/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Ketua BAZNAS Bersama Bupati Kabupaten Nganjuk Salurkan Bantuan Sosial RTLH Di Kecamatan Tanjunganom
Komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk dalam membantu masyarakat kurang mampu terus berlanjut melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kali ini, bantuan disalurkan kepada salah satu warga prasejahtera di Dusun Sumberwaru Desa Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., pada Kamis (30/1/2026). Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Suraya Khusnaniyati; Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Nganjuk, Mashudi Nurul Huda, S.STP., M.M. Camat Tanjunganom, Johansyah Setiawan, S.E. serta perangkat Desa Banjaranyar.
Bantuan sebesar Rp10 juta seluruhnya bersumber dari zakat yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Nganjuk. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki struktur bangunan yang rusak, termasuk atap bocor, dinding retak, sehingga penghuni dapat tinggal dalam kondisi yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Bupati Marhaen Djumadi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam menangani persoalan kemiskinan dan perumahan. “Program RTLH ini adalah bentuk konkret kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami mengapresiasi BAZNAS yang terus aktif menyalurkan zakat untuk kemaslahatan umat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud amanah para muzaki yang disalurkan kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan. “Zakat bukan hanya ibadah, tapi juga instrumen sosial ekonomi yang mampu menggerakkan keadilan dan kesejahteraan. Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan manfaat nyata dari zakat yang dihimpun.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinergis antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan BAZNAS Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, diharapkan semakin banyak rumah tidak layak huni di Kabupaten Nganjuk yang dapat diperbaiki.
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Ketua BAZNAS Bersama Bupati Kabupaten Nganjuk Salurkan Bantuan Sosial RTLH Di Kecamatan Ngronggot
Komitmen pemerintah daerah dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk dalam mewujudkan hunian layak bagi warga kurang mampu kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kali ini, bantuan disalurkan kepada Ibu Sumiati di Dusun Dingin, Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., pada Kamis (30/1/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dra. Hj. Suraya Khusnaniyati,M.Hi. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PRKPP) Mashudi Nurul Huda, S.STP., M.M. Camat Ngronggot, Mohamad Makrup, S.Sos., serta Kepala Desa Ngronggot, M. Kholid Z Arifin.
Bantuan sebesar Rp20 juta yang seluruhnya bersumber dari dana zakat yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Nganjuk, dialokasikan untuk perbaikan rumah Ibu Sumiati agar menjadi layak huni. Rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan pada struktur atap, dinding, dan lantai.
Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS Kabupaten Nganjuk atas sinergi yang terjalin dalam membantu masyarakat prasejahtera. “Program RTLH ini adalah wujud nyata gotong royong antara pemerintah dan lembaga zakat dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem dan mempercepat pembangunan sosial di tingkat desa.
Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari misi BAZNAS dalam mendayagunakan zakat untuk pemberdayaan umat. Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan bagaimana zakat yang diamanahkan oleh para muzaki dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh mustahik. Ini bukan sekadar bantuan fisik, tapi juga bentuk kehadiran negara dan kepedulian sesama.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan BAZNAS dalam mendukung percepatan pencapaian khususnya di bidang perumahan layak dan pengentasan kemiskinan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian.
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Komitmen Bersama Bupati dan BAZNAS Nganjuk: Optimalisasi Potensi Zakat ASN sebagai Penggerak Ekonomi Umat
Kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk memasuki fase konkret dalam upaya mengoptimalkan potensi zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai penggerak ekonomi umat. Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Nganjuk Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., kedua belah pihak menyepakati sinergi penuh untuk memaksimalkan pengumpulan dan pendayagunaan zakat ASN demi kesejahteraan masyarakat Nganjuk yang lebih luas dan berkelanjutan.Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A. menegaskan komitmen kuat Pemkab Nganjuk dengan pernyataan lugas: "Kita support sepenuhnya, nanti monggo dijadwalkan teknisnya lewat Kesra juga bisa." Pernyataan ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah membuka jalur koordinasi resmi melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) guna mempercepat implementasi program optimalisasi zakat ASN secara terstruktur dan terukur.Lebih lanjut, Bupati Marhaen menekankan filosofi dasar program zakat yang berorientasi pada rakyat. "Program BAZNAS adalah untuk rakyat Nganjuk," tegasnya. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersinergi mendukung program kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang maksimal, karena zakat bukan hanya kewajiban syariat tetapi juga instrumen nyata pemerataan ekonomi yang menyentuh lapisan masyarakat paling rentan.Dengan komitmen bersama ini, potensi zakat ASN Nganjuk yang mencapai puluhan miliar rupiah per tahun diharapkan dapat tersalurkan secara profesional melalui program produktif seperti modal usaha mikro, beasiswa pendidikan, dan layanan kesehatan bagi mustahik. Kolaborasi Bupati dan BAZNAS Nganjuk ini menjadi bukti nyata bahwa zakat, ketika dikelola dengan transparan dan kolaboratif, mampu menjadi mesin penggerak ekonomi umat yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat Nganjuk.
BERITA29/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Ketua BAZNAS Bersama Bupati Kabupaten Nganjuk Salurkan Bantuan Sosial RTLH
Nganjuk – Sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Bupati Kabupaten Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., menyalurkan bantuan sosial program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Ibu Lamiyem di Dusun Ndodol, Desa Klodan, Kecamatan Ngetos, Kamis (29/1/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di kediaman Ibu Lamiyem yang sebelumnya tergolong sebagai rumah tidak layak huni. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) dengan BAZNAS Kabupaten Nganjuk dalam rangka percepatan penanganan perumahan layak bagi keluarga prasejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNASbNganjuk, Muh. Roissudin, M.Pd., Kepala Dinas PRKPP, Mashudi Nurul Huda, S.STP., M.M., jajaran Forkopimcam Kecamatan Ngetos, serta Kepala Desa Klodan. Kehadiran para pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan bahwa program RTLH bukan hanya sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga membangun harapan dan martabat keluarga penerima manfaat. Hari ini, kita buktikan bahwa pemerintah hadir untuk rakyat. Rumah yang layak adalah hak dasar setiap warga negara, dan kami terus berupaya memastikan tidak ada satu pun warga Nganjuk yang tinggal di rumah yang membahayakan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, menjelaskan bahwa bantuan RTLH ini bersumber dari dana zakat yang dihimpun oleh BAZNAS dan dialokasikan untuk program sosial kemanusiaan. Alhamdulillah, amanah para muzaki bisa tersalurkan tepat sasaran. Ini adalah bentuk ibadah sosial yang menyentuh langsung kebutuhan saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak keluarga kurang mampu yang dapat merasakan manfaat langsung dari program-program pemberdayaan sosial.
BERITA29/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
BAZNAS Nganjuk Survei Calon Penerima Bantuan di Kelurahan Cangkringan Kecamatan Nganjuk
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran melalui kegiatan survei lapangan calon penerima bantuan. Kali ini, tim BAZNAS mengunjungi rumah Ibu Dwi Patmawati di Kelurahan Cangkringan, Kecamatan Nganjuk, pada Rabu (28/1/2026).
Survei tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dra. Hj. Suraya Khusnaniyati, M.Hi., yang didampingi oleh mahasiswa Program Pengembangan Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi kondisi riil calon penerima bantuan guna memastikan bahwa bantuan yang akan diberikan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Suraya menyampaikan bahwa proses survei merupakan langkah penting dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran zakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang terkumpul dari para muzaki digunakan secara amanah dan tepat sasaran, terutama bagi mereka yang benar-benar layak menerima,” ujarnya.
Sementara itu, kehadiran mahasiswa PPZ Universitas Syekh Wasil Kediri tidak hanya memberikan dukungan teknis dalam pendataan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan dalam pengelolaan zakat berbasis komunitas. Mereka turut berinteraksi langsung dengan keluarga Ibu Dwi Patmawati untuk memahami kondisi sosial-ekonomi dan kebutuhan mendesak yang dihadapi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan sosial BAZNAS Kabupaten Nganjuk, yang terus berupaya memperkuat sinergi antara lembaga zakat, perguruan tinggi, dan masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
BERITA28/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Survei Calon Penerima Bantuan di Kecamatan Loceret
Dalam rangka memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk melaksanakan survei lapangan terhadap calon penerima bantuan di Kecamatan Loceret, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dra. Hj. Suraya Khusnaniyati, M.Hi., dan didampingi oleh mahasiswa Program Pengembangan Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri.
Tim survei mengunjungi dua lokasi utama dalam kegiatan tersebut. Lokasi pertama adalah kediaman Bapak Edy Santoso di Desa Sukorejo, sedangkan lokasi kedua adalah rumah Ibu Mamik Ekowati di Desa Sekaran. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi kondisi sosial-ekonomi calon mustahik, mengevaluasi kelayakan penerimaan bantuan, serta memastikan bahwa program bantuan BAZNAS Kabupaten Nganjuk benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Dra. Hj. Suraya Khusnaniyati menekankan pentingnya pendekatan humanis dan transparan dalam proses seleksi penerima bantuan. “Kami tidak hanya melihat data administratif, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk merasakan dan memahami kondisi riil para calon penerima. Ini bagian dari komitmen kami agar zakat dan dana sosial lainnya benar-benar bermanfaat bagi yang berhak,” ujarnya.
Keikutsertaan mahasiswa PPZ Universitas Syekh Wasil Kediri dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari sinergi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam membangun kapasitas sumber daya manusia yang peduli terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan berkelanjutan.
Survei lapangan seperti ini merupakan langkah awal dalam rangkaian program bantuan sosial BAZNAS Kabupaten Nganjuk, termasuk di antaranya bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pemberdayaan ekonomi, dan pendampingan sosial spiritual. Dengan pendekatan partisipatif dan akurat, BAZNAS Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang amanah dan transparan.
BERITA28/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Monitoring Mahasiswa PPZ Universitas Syekh Wasil selama Praktik di BAZNAS Kabupaten Nganjuk
Sebagai wujud komitmen menjamin kualitas pembelajaran lapangan, tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri melakukan kunjungan monitoring intensif terhadap mahasiswa peserta Praktik Pengelolaan ZISWAF (PPZ) yang tengah menjalani magang di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk, Selasa (27/1/2026). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Dekan FEBI UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. Hj. Naning Fatmawatie, M.M., didampingi Dr. M. Wildan Fawa'id, M.E.I. selaku Koordinator Program PPZ, serta Julfiana Evarini, S.E. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
Rombongan diterima hangat oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I. beserta jajaran pengurus di Kantor BAZNAS setempat. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban, para dosen berdialog langsung dengan 12 mahasiswa PPZ yang tersebar di empat divisi strategis: Penghimpunan, Pendistribusian-Pendayagunaan, Administrasi Keuangan, dan Humas-IT.
Prof. Naning Fatmawatie menegaskan bahwa monitoring lapangan merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem penjaminan mutu pendidikan di FEBI. Kami tidak hanya menitipkan mahasiswa, tetapi hadir secara langsung untuk memastikan transfer ilmu berjalan optimal, ujarnya. "Melalui PPZ, mahasiswa belajar bagaimana mengelola amanah zakat dengan prinsip amanah, transparan, profesional, dan akuntabel nilai-nilai yang tidak cukup diajarkan di ruang kelas.
Dr. Zainal Arifin menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif mahasiswa PPZ dalam program strategis BAZNAS Nganjuk. Mereka bukan sekadar peserta magang, tetapi menjadi bagian dari tim kerja kami, Mahasiswa telah berkontribusi nyata dalam digitalisasi pendataan asnaf, penyusunan laporan keuangan.
Kegiatan monitoring ini menegaskan komitmen UIN Syekh Wasil Kediri dan BAZNAS Nganjuk dalam membangun ekosistem zakat yang berkelanjutan melalui sinergi pendidikan dan praktik lapangan sebuah langkah strategis mewujudkan visi Indonesia Bebas Mustahik pada 2030.
BERITA27/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Zakat untuk Kemanusiaan, Simbolis Pemberangkatan Bantuan Bencana ke Aceh Dan Sumatra
Nganjuk, 26 Januari 2026 - Dalam wujud nyata solidaritas kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan simbolis pemberangkatan bantuan bencana untuk saudara-saudara yang terdampak musibah di wilayah Aceh dan Sumatra, serta dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari jajaran BAZNAS tingkat provinsi maupun kabupaten.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., yang memberikan apresiasi tinggi atas gerakan cepat dan responsif BAZNAS Kabupaten Nganjuk dalam menyalurkan zakat untuk kemanusiaan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa zakat bukan hanya ibadah vertikal, tetapi juga instrumen sosial yang mampu menjadi penyangga ketahanan umat di tengah ujian.
“Zakat adalah kekuatan umat. Ketika saudara kita di Aceh dan Sumatra sedang tertimpa musibah, maka kewajiban kita adalah hadir baik dalam doa maupun aksi nyata. Inilah wujud Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Acara juga dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifan, M.Pd.I., yang menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat Nganjuk dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Menurutnya, bantuan yang diberangkatkan hari ini merupakan hasil pengelolaan zakat dari para muzaki (pembayar zakat) di Kabupaten Nganjuk yang dengan ikhlas menitipkan amanahnya untuk disalurkan kepada mustahik (penerima zakat) yang membutuhkan, termasuk korban bencana alam.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa mengirimkan paket bantuan berupa logistik, perlengkapan keluarga, dan kebutuhan dasar lainnya. Ini adalah bukti bahwa zakat yang dikelola secara amanah mampu menjadi penolong di saat sulit,” kata Zainal Arifan.
Melalui gerakan “Zakat untuk Kemanusiaan”, BAZNAS Kabupaten Nganjuk tidak hanya menyalurkan bantuan materi, tetapi juga meneguhkan nilai-nilai persaudaraan, empati, dan kebersamaan dalam menghadapi ujian hidup. Semoga setiap tetes keringat, doa, dan rupiah zakat yang dikirimkan menjadi cahaya harapan.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
BAZNAS Kabupaten Nganjuk Survei Dhuafa di Desa Jatikalen Kecamatan Jatikalen
Nganjuk – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam memastikan penyaluran zakat tepat sasaran melalui kegiatan survei dhuafa di Desa Jatikalen, Kecamatan Jatikalen, pada Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., didampingi Ketua Pelaksana, Ahmad Dain Arif, S.Pd.I., serta sejumlah mahasiswa Program Pengembangan Zakat (PPZ) dari Universitas Syekh Wasil Kediri.
Survei ini merupakan bagian dari upaya sistematis BAZNAS Nganjuk dalam mengidentifikasi dan memverifikasi kondisi sosial ekonomi mustahik (penerima zakat) di wilayah binaan. Dengan pendekatan berbasis data dan partisipatif, tim survei menyambangi rumah-rumah warga kurang mampu untuk mengumpulkan informasi terkait kondisi tempat tinggal, akses layanan dasar, mata pencaharian, serta kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi.
Dr. H. Zainal Arifin dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa akurasi data mustahik menjadi fondasi utama dalam perencanaan program zakat yang berkeadilan dan berkelanjutan. “Kami tidak ingin zakat hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi menjadi pemicu transformasi sosial bagi keluarga dhuafa. Oleh karena itu, pendataan yang akurat dan valid sangat penting.
Sementara itu, Ahmad Dain Arif menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa PPZ Universitas Syekh Wasil Kediri dalam survei ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam pengembangan ekosistem zakat yang profesional dan berbasis riset. “Mahasiswa bukan hanya belajar di lapangan, tetapi juga membantu kami memperluas jangkauan dan ketelitian pendataan.
Kegiatan survei di Desa Jatikalen mendapat sambutan positif dari aparat desa setempat, yang siap mendukung proses verifikasi dan pendampingan lanjutan bagi keluarga dhuafa yang teridentifikasi. Hasil survei ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan intervensi program BAZNAS Kabupaten Nganjuk, baik dalam bentuk bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, maupun pendidikan dan kesehatan.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk
Respon Cepat Bupati Nganjuk dan Ketua BAZNAS atas berita Viral Mbh Sumiati
Nganjuk – Menyikapi pemberitaan yang sedang viral di media sosial mengenai kondisi memprihatinkan Ibu Sumiati warga Dusun Dingin, Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot, Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk segera mengambil langkah cepat dan humanis. Tak menunggu lama, tim gabungan langsung turun ke lokasi pada Kamis, 22 Januari 2026, untuk memberikan penanganan langsung dan komprehensif.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., didampingi Wakil Ketua I BAZNAS, Moh. Roissudin, M.Pd. Sementara dari jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk, hadir Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Nganjuk, Mashudi Nurul Huda, S.STP., M.M., Camat Ngronggot Mohammad Makrop, S.Sos., serta Kepala Desa Ngronggot.
Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dialami Ibu Sumiati. “Kami tidak bisa diam ketika ada warga Nganjuk yang membutuhkan uluran tangan. BAZNAS hadir bukan hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial berbasis nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan,” ujar Zainal Arifin.
Di sisi lain, Kepala Dinas PRKPP Kabupaten Nganjuk, Mashudi Nurul Huda, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan tim teknis untuk segera melakukan assessment terhadap kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal Ibu Sumiati.Ini adalah komitmen Bupati Nganjuk untuk memastikan tidak ada warganya yang tinggal di hunian tidak layak,” tegasnya.
Camat Ngronggot, Mohammad Makrop, menambahkan bahwa pihak kecamatan telah melakukan pendataan awal dan akan terus memantau perkembangan kondisi keluarga tersebut. “Kami berterima kasih atas respon cepat Bupati dan BAZNAS. Ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah rakyat.
Langkah cepat dan kolaboratif antara Pemkab Nganjuk dan BAZNAS Kabupaten Nganjuk ini menuai apresiasi luas dari masyarakat.komitmen kuat pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam mewujudkan keadilan sosial serta perlindungan bagi warga yang paling rentan.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS Kab. Nganjuk

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Nganjuk.
Lihat Daftar Rekening →